for the last, what?
aku bingung, ingin mengakhiri blog ini dengan tulisan apa. Atau dengan lagu dan gambar ini aja ya?
Berjalan Melihat Mentafsir
~NowSeeHeart~
Berjalan melihat jalan yang tercengkam
Kerana dua halangan satu keegoan dua kesempitan
Pahit kita tempuhi bersama
Tiada pernah dipintaKita teruji hingga menghinakan
Kita tersimpul hingga melupakan
Hubungan yang telah lama adaPadamkan segala api
Yang bisa membakar kita
Semaikan benih mahmudah
Yang suburnya membawa erti
Bintang Timur itu tak pernah jauh darimu, karena ia selalu disisimu saat kau terluka, saat kau tertawa. Maka, jagalah ia dihatimu, didoamu.
Dan pencarian itu usai sudah
~~~

..assalamualaikum..
3 comments Maret 8, 2009
kena lagi!
udah lama banget ga buka blog radit, gyabooooooooo…kena tagged lagi. yo wis lah, kerjaken aja dengan jawaban berbeda ama tagged yang dari hadi. tapi ga usah nge-tag lagi lah ya… hew
Okay, here’s the rule : Use Google Image to search the answers to the questions below. Then you must choose a picture in the first page of results, and post it as your answer. After that tag 7 people.
-the age of next birthday-

10 bulan lagi lah, lama bener pun
-place i’d like to travel-
ga tau ini dimana. tapi percaya atau enggak, aku pernah mimpi ke tempat2 ini, dan aku berdoa supaya bisa kesana




-favorite place(s)-
samadenganatas
-favorite food(s)-



-favorite thing(s)-






-nickname i had-

-a favorite color-


-college major-

-hobby-
Add comment Maret 8, 2009
Klik!

1 comment Februari 19, 2009
sand
Aku sedang terus berpikir, apakah aku adalah seorang saudara atau hanya nama yang numpang mampir di kehidupan orang-orang disekitarku. Aku sedang terus berusaha jujur pada diri sendiri, apakah Aku memang layak mendapat gelar sahabat oleh sahabat-sahabatku atau sebenarnya hanya figuran dalam kehidupan mereka. Dan hingga saat ini aku masih mendapat jawaban : kamu belum siapa-siapa.
Saudara itu seperti Abu Bakar dan Rasulullah. Abu Bakar yang menahan rasa sakit digigit ular saat berlindung bersama Rasulullah di Gua Tsur ketika hijrah. Ditahannya hingga ia meneteskan airmata agar Rasulullah tidak terbangun dalam istirahatnya. Maka, bukankah persaudaraan adalah pengorbanan?
Saudara itu bukan konsep. Bukan materi-materi daurah. Bukan bahasan-bahasan kata. Saudara itu seperti air dan batu, yang mengalir dengan riak-riak. Saudara itu ibarat kayu dan vernis, yang menguatkan, memperlama umur kayu. Saudara itu laiknya ion H+ dan otot lurik, yang akan menjadi alarm pertama saat otot mengalami defisiensi ATP agar tubuh mengerem sebentar aktifitasnya.
Maka, saat saudara kita salah, tak ada alasan untuk tidak mengingatkan. Apalagi hanya membicarakan kesalahan-kesalahan tersebut pada orang lain. Bukan lagi alasan ketika saudara kita salah lalu mengatakan, “aku pun tak sempurna. aku pun masih melakukan hal yang sama”. Lalu mengapa tidak mengatakan, “mari kita perbaiki sama-sama”. Atau jika memang yang membuat kesalahan itu keras kepala, mengapa tidak dikatakan saja. “ah, paling muncul pledoi-pledoi”. Belum dicoba kan?
Maka ingatkanlah wahai saudaraku seiman, ketika aku salah. Karena berbuat kesalahan adalah berjalan ke tepi jurang. Maka tegakah kalian ketika aku jatuh ke jurang dan tak bisa naik kembali?.
Dan kini aku mengerti secara hikmah, mengapa ALlah sangat membenci ghibah, fitnah, dan namimah. Aku hanya mencoba mencari penalaran logis saja. Ya, mengapapun ALlah membencinya. Aku hanya bisa melogiskan dengan sebuah kejadian. Hmm…penalaran logisnya tidak usah ditulis disini ya. Yang penting untung, kalo diomongin dibelakang kan dosanya ditanggung ama yang ngomongin, heheh (tertawa licik).
Bersaudara itu membutuhkan saling memahami, bukan asumsi-asumsi. Bukan paradigma-paradigma. Bukan permintaan untuk dipahami, hanya pahami saja dia saudara kita, terlepas dia memahami kita atau tidak. Aku jadi paham, yang namanya saudara itu tetap membantu secara gerilya atau minimal mendoakan walau hati kita tersakiti. Yang namanya saudara itu mendahulukan saudaranya ketimbang dirinya sendiri. Yang namanya saudara itu memilih dirinya yang sengsara daripada saudaranya yang harus sengsara, jika memang tidak ada pilihan sama2 bahagia.
Ah, bersaudara kan hanya masalah muamalah (hanya?). Kata siapa? Kata aku mah ibadah
Jadi, pahamkah kita bahwa bersaudara adalah konsekuensi keimanan kita. Konsekuensi keislaman kita. Karena Rasulullah telah mencatatkan bahwa tidak ada apa-apanya iman ini jika kita tidak mencintai saudara seiman seperti kita mencintai diri sendiri. Syahadah ini, Asyhaduallaailaahaillah..wa asyhaduanna muhammadarrasulullah… Syahadah ini, yang seharusnya mengikat hati-hati kita dalam satu cinta. Cinta dalam makna bukan dalam kata, lurus pada sang Mahacinta.
Aku jadi berkaca diri, sudahkah aku menjadi saudara bagi mereka yang ada dikehidupanku?
special dedicate for : My Uni, dan akhirnya detik-detik perpisahan itu datang juga
tribute to : Abi Stanza, Adisti Dini Idreswari, Adi ‘cubadax’ Putra, Agtri Leandini, Ami Ramdhani, Anni Nuraeni, Annisa Ramdhaningtias, Anthoni, Army Alghifari, Arinda Amalia Putri, Arini Puspita Tulus, Asrofah Sartini, A. Rohmatullah Sofyandi Sedar, Benazir Desytta, Bobby Rahman, Citra Gusti Lestari, Deri Meidian Ramdhani, Diah Ajeng Setiawati, Diana Yusnita, Dhian Kurniasari, Endah Lestari Puji Astuti, Erqurani Hijrian Muslim, Fani Ferdiana, Febianti, Febriya Antensari, Fenny Rahayu Prasetyoningsih, Fitrasani, Gesa Falugon, Galih Surya Permana, Gilang WidyaWisaksana, Hadi Teguh Yudistira, Hendri Sabeth, Husna Nugrahapraja, Ike Mediawati, Ingrid Desiana Darmawati, Krisna Adiarini, Morinta Rosandini, Muhammad Yunus, Muhammad Arif Andromedae, Nailul Khisolil Fitri, Novi Astuti, Oki Earlivan Sampurno, Panji Prabowo, Patminingsih, Raden Raditya Yudha Wiranegara, Ratih Putri, Ratihqah Munar Wahyu, Reni Nursatwika palupi, Reni Noviyanti, Ridwan Aldillah, Rizkiwati Fitriah Djangko, Rizky Ayu Maulani Yusuf, Shally Pristine, Shinta Yulizia, Sra Harke Pratama, Sunarni Riningsih, Surya Kresnanda, Syifa Latifah Zahra, Taqisthi Viona, Tri Aji Nugroho, Yayuk Purwandari, Yuanita Tri Adityasari, Yuli Astuti, Wiedy Yang Essa
~~
pipilagimeracau
2 comments Februari 15, 2009
tak termaafkan!
tak termaafkan pi, kalo kamu harus bergantung sama dia.
GA TERMAAFKAN!

Add comment Februari 10, 2009
senyumanmu
sinar wajahmu lembut katamu
sepertinya mampu menggubah dunia
yang terasa begitu hampa
semuanya sirna tanpa cinta
kutemukan arti kerinduan
dan ku mengerti yang kucari
-letto : senyumanmu-
~~~
Ah, kapan aku bisa bertemu denganmu? Ikut mengukir senyum di langit senjamu, menarik satu warna saga lalu memasukkan ke saku kemejamu.
Aku hanya ingin engkau hadir, kembali ke hidupku. Tak akan aku pinta engkau selalu disini, disampingku. Aku hanya ingin engkau hadir, kembali di hidupku. Untuk menebus hari-hari dimana engkau pergi.
harumnya nafasmu sangat sejuk/sangat pantas dijiwamu
begitu terasa lapar dahaga/kasih dan cinta yang engkau punya (letto : kepada hati itu)
~~~
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dan sifat pengecut dan bakhil, dan dari tekanan hutang dan kesewenang – wenangan orang. Ya Allah, kenikmatan yang aku atau salah seorang dari makhluk-Mu berpagi hari dengannya, adalah dari-Mu semata; tiada sekutu bagi-Mu. Maka bagi-Mu segala puji dan rasa syukur.
Rabbi, aku yakin. Skenario terindah darimu…
2 comments Februari 8, 2009
Tagged
wew, kena…
setelah sekian lama ga buka blog hadi, disela2 waktu sambil nunggu bakteri tumbuh di titik optimum 3 jam lagi, aku menemukan namaku dipostingan ini buat melakukan permainan ini.
baiklah..akan aku laksanakan, sepertinya menyenangkan… lumayan buat nahan ngantuk, karena ini sudah jam 2.50 am (padahal kopi 1 cangkir gede udah abis). Dan artinya aku udah 48 jam ga tidur. TATKRAFT!
Okay, here’s the rule :
Use Google Image to search the answers to the questions below. Then you must choose a picture in the first page of results, and post it as your answer. After that tag 7 people.
::the age of next birthday::

masih lama bener padahal… baru aja 22 hari yang lalu aku 21 tahun
::place i’d like to travel::
Damaskus, Syria, kotanya Shalahuddin Al Ayubi. Amin amin amin
::a favourite place:: 
itebe…itebe…itebe

..semua tempat dimana aku bisa sendiri..
::a favourite food::

waaa…RUJAX!! (oi oi, jangan pada berliur gitu napah?!)

wedang jahe, segar!
::a favourite thing::
dengan bantuan si noki aku jadi bisa menyapa dunia, bisa al matsurot-an, bisa muraja’ah, bisa autis, bisa macemmacemlah

orang2 otak kanan, ckckck. nge-fans aku

suara uang jatoh, cring cring cring

bau tanah diguyur hujan
::nickname i had::

ahaha…dasar! tau ga, ni gambar dapet dari mana? Dari web-nya Harakiri Brothers. Dan Pipichan adalah MEMBER OF HARAKIRI BROTHERS. Hahaha, ketauan juga..
::a favorite color::

warna-warni lebih seru kan?
::college major::

::name of my love::
all muslims in the world
::a hobby::
.
..alone..
-kok sendiri pi? iya, sendiri…suka-
::a bad habit::
PELUPA. Lupa nyimpen barang dimana. Lupa mau ngapain aja. Lupa nama orang. Udah pelupa, perceiving lagi. parah!
::my wish list::
punya rusun buat orang2 yang ga mampu
berjalan dibawah guguran daun maple, wuih…kebayang
menikmati senyuman anak-anak di seluruh dunia, terutama palestina
~~~
harus nge-tag ke 7 orang. siapa aja ya?
1. Reni TI04
2. Anni TL04
3. Morin SR05
4. Syifa BI04
5. Mba Patmi AR04
6. Fani KI04
7. Ajeng TL04
6 comments Februari 7, 2009
