Posts tagged ‘pornografi’

Sudahlah…

Di tulisan kali ini aku cuma mau share tentang yang ada dipikiranku mengenai pernikahan Syekh Puji dan Ananda Lutfiah Ulfa yang katanya muda belia. 12 tahun. Syekh Puji atau beliau yang bernama lengkap Pujiono Cahyo Widianto (43 tahun) ini adalah seorang pengusaha kaligrafi di Semarang yang sangat sukses.

Aku jadi ingin banget nulis ini karena keresahan menonton GoSpot tadi pagi (ga penting banget kan gue tumben2an nonton acara gosip). Di acara itu dibilang kalo Lutfiah Ulfa yang kini telah diserahkan Syekh Puji pada orang tuanya menghilang. Rumah berplester semen itu disorot oleh kameramen dan tentu saja tanya dikit2 kabar Ulfa dan keluarga pada masyarakat sekitar. Katanya mereka belum menempati lagi rumah itu.

Ah, kasian ananda kita ini. Kabarnya ia dan keluarganya menghilang karena ananda kita ini mengalami tekanan yang berat akibat pemberitaan di TV yang sangat sepihak.

Apalah daya seorang warga negara yang tidak memiliki pengaruh apa-apa ini, jika media dan para pengambil keuntungan (entah itu keuntungan ekonomi maupun politik) bekerjasama. Mungkin untuk menaikkan rating, atau bermaksud menyudutkan golongan tertentu (baca: Islam) karena ada kepentingan besar dibalik ini semua. Jikalah rating menjadi tuhan bagi media, dan sponsor adalah rasulnya, berita apapun jadi asal masyarakat senang nonton.

Pernahkah para media itu berfikir mengenai psikologis ananda kita itu. Mereka ramai menyiarkan bahwa “She’s just a kid“. tapi mereka memperlakukan ananda kita ini seolah-olah umpan penarik rupiah. Plis lah, kasian dia.

Hey! Jangan kau berani-berani hina agamaku! Mencoba memancing di air keruh rupanya? Jangan kau katakan Rasulku seorang Pedofilia lantaran beliau juga menikahi Aisyah pada 9 tahun. Oh, jadi karena ini kalian mempublish berita ini sedemikian gencarnya? Untuk menghina dina agamaku? Karena Syekh Puji ini seorang muslim dan bergelar kiyai? punya pondok pesantren pula.

Plis lah, kasus kekerasan terhadap anak itu masih jauh lebih banyak dan kenapa tidak di-publish? Pemerkosaan, pornografi, Lesbianisme, sodomi, seks bebas remaja dan anak-anak, apa masih kurang memenuhi kriteria kasus yang menjual? Dan anehnya, media (bahkan negara ini) justru seolah-olah mewajarkan kasus lesbianisme dan homoseksual, udah gila kayanya. Perlu bukti? Itu, pasangan kakek2 yang nikah di Bali itu apa? Ga percaya? tanya mbah gugel.

Ah sudah lah ya, Udah males komen lagi

Iklan

November 12, 2008 at 4:43 am 1 komentar

Mikir kok setengah-setengah?

Kemarin nongkrong di CC, ceritanya mau memenuhi undangan (dibaca dengan nada setengah BT, lagi sensi dengan kata ini) kajian BBM. Katanya dari Forum Kebangkitan Mahasiswa dan anak2 GG. Liat pembicaranya sih disana, tapi anehnya anak GG kenapa bikin kelompok sendiri. Pas ditanya katanya mereka lagi ga bikin kajian BBM. Wah, mulai GJ nih… Ga Jelas!

Nah, sambil nunggu orang-orang yang mau kajian itu, aku minta TTD buat Petisi Kampanye Anti POPOK (istilahnya anak2 Gamais ITB buat istilah Anti Pornografi dan Pornoaksi). Ketemu temen lama, anak kabinet juga jamannya K’Dwi.

Dengan asumsi di pasti paham, jadilah aku tanpa babibu menyodorkan kertas lembar dukungan itu sambil ngomong, ”eh, TTD dong… antipornografi.. baca juga nih pencerdasannya… bahayanya pornografi….”.

ga disangka-sangka, dia lagi aneh kayanya… dia malah bilang, ”ngapain si kalian ngurusin hal ginian? Harusnya urusin tuh BBM!”.

BT banget kan? Kesannya kita ga mikirin masalah BBM aja. Jadilah aku tersulut dan penyakit nyolotnya kumat, ”eh, BBM juga dipikirin. Tapi bukan berarti pornografi ga penting. Ini juga penting tauk!”.

eh, dia malah ketawa… ”haha…gua kan sengaja mau bikin lo marah”.

”Yee… biasa aja dong! Lagian, baca aja belom pencerdasannya… harusnya lo baca dulu baru lo bisa ngasi pendapat pornografi itu ga penting”.

Eh, dia malah bilang,”ga mau! Ngapain?”

”yee… gini nih. Ga mau di kasi pencerdasan ya udah”

”emang gua bisa jadi cerdas kalo gua baca kaya gituan”

”gimana bisa cerdas kalo tau aja ga mau… baca aja ga mau”

Dia malah berlalu sambil ketawa ngakak… hahahaha… Ah, Sial! BT ah…

Aku bingung, kok ada si orang yang mikirnya setengah-setengah… kok bisa? Kok masih ada orang yang mikir masalah pornografi itu ga penting? Kayak yang tante Tatty kemaren bilang, ”Nak, pemerintah itu begitu lama menunda-nunda pengesahan RUU APP karena mereka menganggap masalah ini ga penting. Makanya kita yang mesti terus-terusan nge-push mereka. Kayak KPAI saja SK-nya lama sekali turun. Setelah didesak berkali-kali barulah SK KPAI turun, padahal KPAI itu lembaga pemerintah”

Ada lagi yang aneh, kalo yang ini dia kayanya rasional banget gitu. Cewek. Waktu aku minta TTD buat petisi, dia bilang, ”ntar aja ah ngasi sikapnya, kalo udah dapet pencerdasannya besok”. OK, besok setelah dapet pencerdasan wajib ngasih sikap ya!, aku bilang.

Ehmm… aku rada bingung sama karakter mahasiswa ITB. Trus aku juga bingung kenapa FIM bisa ngubah paradigma orang sedemikian cepatnya mengenai pornografi…

 

Mei 15, 2008 at 9:57 am 10 komentar

Say No to Porn! #episode Film ML

GENRE : Drama Komedi
PEMAIN : Ratu Felisha, Nadia Ernesta, Hardi Fadhillah, VJ Marissa, Olga Syaputra, Ferry Irawan, Gusti Randa, Five V
SUTRADARA : Thomas Nawilis
PENULIS NASKAH : Awi Suryadi
PRODUSER : Shankar RS. B.Sc
RUMAH PRODUKSI : Indika Entertaintment
DURASI : 90 Menit
KLASIFIKASI PENONTON : 13 Tahun Keatas (13+) –gila apa?
TANGGAL RILIS : diusahakan GA AKAN PERNAH!

SINOPSIS :

Kalo mau nonton film yang bikin generasi muda bangsa Indonesia memiliki kriteria :
1. mengalami kerusakan otak bagian hippocampus secara permanen
2. terbiasa hidup dengan kasus pidana pemerkosaan, pencabulan, pembunuhan
3. terkena penyakit yang belum ada obatnya seperti sifilis, AIDS, gonnorhoe
4. kehilangan daya kerja dan kreatifitas karena peningkatan konsentrasi dopamine dan hormon epinefrin lainnya dalam otak (lazim disebut erototoxin, namanya aja udah toksin!!!) sehingga mengakibatkan terjadinya sindrom “VISUAL CRACK KOKAIN”

5.  anak dan remaja memiliki mental model porno

silahkan nonton film ini.
—bersambung

Mei 5, 2008 at 3:57 pm 9 komentar


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

  • 86.472 orang nih

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku