Just LETTO!

LETTO

Sebuah nama tanpa arti. Sengaja dibuat tidak berarti, tidak mengarah pada sifat apapun, tidak asumtif. Semua agar para personel nya selalu terpacu untuk terus berkarya, berusaha mencari makna Letto dengan semua proses kreatif yang mereka lakukan.

letto

Bertemu pertama kali di SMU 7 Jogja, dan mulai berkesenian di berbagai bidang. Seperti teater, musik kontemporer plus gamelan, bikin script film, bikin berbagai macam desain cover kaset dan tetek bengeknya… Dan Alhamdulillah mereka berteman baik dengan kesenian.

Selepas SMU, karena kuliah dan kesibukan masing-masing, mereka pun sempat berpisah dan frekuensi berkumpul menurun drastis. Tapi di akhir tahun 99 mereka bisa berkumpul lagi. Dari menjadi buruh bangunan untuk GEESE (studio), mereka mengelola dan bisa memakai studio. Sedikit demi sedikit mereka iseng bikin lagu dan direkam… ternyata banyak orang bilang lagunya enak.

Anak-anak Letto tidak berusaha menjadi siapapun atau apapun dalam berkreasi dan bermusik. Musik bagi mereka bukan satu-satunya tujuan saat itu dan sekarang, karena musik hanya bagian dari seluruh proses kreasi yang mereka niati dan jalani. Motif mereka ini hanyalah bekerja keras membuat lagu dan mengharap Tuhan mau sedikit berlapang menjatuhkan rahmat ekstra nantinya.

Letto tetap ingin berkreasi menghasilkan karya-karya yang bisa menyenangkan diri sendiri dan Insya Allah juga orang lain. Menganggap bahwa tiap peristiwa yang terjadi dalam hidup adalah belajar. Belajar bertahan hidup, belajar mengambil hikmah, belajar bertahan dalam kondisi apa pun, belajar untuk tetap rendah hati dan belajar untuk yang lain-lain juga. Istiqomah adalah teori dan praktek yang selalu diusahakan ada dalam perjalanan Letto. (musica-studios.co.id)

Letto on 3rd Album : LETHOLOGICA

Bang wiki berkata : Lethologica is a psychological disorder that inhibits an individual’s ability to articulate his or her thoughts by temporarily forgetting key words, phrases or names in conversation.

Lubang di Hati

ku buka mata dan kulihat dunia
tlah ku terima anugerah cintanya
dan pernah aku menyesali yang kupunya
tapi kusadari ada lubang dalam hati
ku cari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini
ku menanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati
apakah itu kamu, apakah itu dia
selama ini kucari tanpa henti
apakah itu cinta apakah itu cita
yang mampu melengkapi lubang didalam hati
ku mengira hanya dialah obatnya
tapi kusadari bukan itu yang kucari
ku teruskan perjalanan panjang
yang begitu melelahkan
dan kuyakin kau tak ingin aku berhenti
apakah itu kamu, apakah itu dia
selama ini kucari tanpa henti
apakah itu cinta, apakah itu cita
yang mampu melengkapi lubang didalam hati
apakah itu kamu, apakah itu dia
selama ini kucari tanpa henti
apakah itu cinta apakah itu cita
yang mampu mengisi lubang di dalam hati

Senyumanmu

indah matamu gerai rambutmu
menunjukan itulah keindahan
dan memberikan bentuk senyuman
sebentuk usapan kepada hati
sinar wajahmu lembut katamu
sepertinya mampu menggubah dunia
yang terasa begitu hampa
semuanya sirna tanpa cinta
kutemukan arti kerinduan
dan ku mengerti yang kucari
oh bukanlah cantikmu yang ku cari
bukanlah itu yang aku nanti
tetapi ketulusan hati yang abadi
ku tahu mawar tak seindah dirimu
awan tak seteduh tatapanmu
tetapi kau tahu yang ku tunggu
hanyalah senyumanmu
sinar wajahmu lembut katamu
sepertinya mampu menggubah dunia
yang terasa begitu hampa
semuanya sirna tanpa cinta
kutemukan arti kerinduan
dan ku mengerti yang kucari
oh bukanlah cantikmu yang ku cari
bukanlah itu yang aku nanti
tetapi ketulusan hati yang abadi
ku tahu mawar tak seindah dirimu
awan tak seteduh tatapanmu
tetapi kau tahu yang ku tunggu
hanyalah senyumanmu

Kepada Hati Itu

kerasnya hatimu/aku tak mampu/ aku tak mau/ memintanya
betapa diriku terus mencoba/ tapi merasa/ ku tak berdaya

sepanjang waktumu/tak kau biarkan/tak kau lepaskan /keinginanmu
mencoba bertahan dari hatiku keinginanku memilikinya

kepada hati itu aku terlena/dimana kau berada/aku terbawa
kepada hati itu kuterus mencoba/dimana kau berada//engkau miliknya

harumnya nafasmu sangat sejuk/sangat pantas dijiwamu

begitu terasa lapar/dahaga kasih dan cinta/yang engkau punya

kepada hati itu aku terlena/dimana kau berada/aku terbawa
kepada hati itu kuterus mencoba/dimana kau berada/engkau miliknya

Itu Lagi Itu Lagi

bunga yang kau kirimkan malam minggu sudah layu
surat cinta yang kau berikan itu bikin malu
ada apa dikepalamu kuingin tahu
sepertinya ada itu lagi itu lagi
tak ada yang lain selain itu lagi cinta lagi
salam yang kau titipkan kepadaku tempo dulu
rasanya tak ada bedanya dengan yang baru -baru
oh apakah kau tak berubah kuingin tau
sepertinya hanyalah ada itu lagi itu lagi
tak ada yang lain selain itu lagi cinta lagi
memang aku tak setuju dengan dirimu tentang arti cinta
bukan hanya berdua tetapi tentang semuanya
sepertinya hanyalah ada itu lagi itu lagi
tak ada yang lain selain itu lagi cinta lagi

Layang – Layang

ku berlari mengejarmu sekuatnya tenagaku
tak hentinya ku melangkah
mengejar angan-angan oh layang-layang
aku ingin tuk mencari
walau harus dimalam hari
jangan kau menghalangi aku ku cari
keindahan oh oh kunang kunang
jangan ragu ragu mengejar yang kau mau
masih banyak waktu tuk cita citamu
ku berlari mengejarmu sekuatnya tenagaku
tak hentinya ku melangkah
mengejar angan angan oh layang layang
jangan ragu ragu mengejar yang kau mau
masih banyak waktu tuk cita citamu
mengejar angan angan oh layang layang
jangan ragu ragu mengejar yang kau mau
masih banyak waktu tuk cita citamu

Ku Tak Percaya

janji kala itu yang terucap
amat sangat merdu yang terdengar begitu menggebu jiwa
coba lagi kau katakan kata itu dulu kau ucapkan
atau perlu ku ingatkan lagi
kata-kata takkan pernah punya makna
ketika hati tak bicara
jangan kau berikan padaku mimpi-mimpi surgamu
jangan kau tawarkan padaku keindahan yang semu
tanpa itu aku mampu menjalani hidupku
dan kukatakan kepadamu kata hatiku
ku tak percaya
oh kamu kah? pahlawanku yang mengaku orang noor satu
yang katanya mampu menghapuskan sedihku
kalau itu yang kau bilang coba lagi kau ku menangkan
janji-janji yang engkau banggakan itu
kata-kata takkan pernah punya makna
ketika hati tak bicara
jangan kau berikan padaku mimpi-mimpi surgamu
jangan kau tawarkan padaku keindahan yang semu
tanpa itu aku mampu menjalani hidupku
dan kukatakan kepadamu kata hatiku
ku tak percaya

Putih

setinggi bintang bintang tampak dikejauhan
sejernih rintik hujan turun diterik siang
ketika ada keraguan ditengah barak kebimbangan hati
putih hatimu itu seputih awan takkan ada yang menggantikannya
putih kau bawa aku kepada dunia dan hanya karena cinta
bingungku menyamoaikan kepada semua orang tentangmu tentang sayang
kasih sepanjang jalan dan tanpa keraguan tak ada berat kebimbangan hati
putih hatimu itu seputih awan takkan ada yang menggantikannya
putih kau bawa aku kepada dunia dan hanya karena cinta

Jalan Yang Hilang

angin tampak hitam belum juga terang
aku sangat takut ku sangat pengecut
mataku terpejam dan sangat berharap
bukan aku yang terbuang
lampupun tengarang tak tampak terang
hatiku terdiam laksana karang
ketika ku coba mencari cari jalan yang hilang
aku tak peduli apa kata orang
hanyalah untukmu seluruh rinduku
harus kukutemukan sekali lagi
jalan yang hilang
kan ku tempuh dikegelapan
hidupku terasa pekat nafasku tersendat sendat
kulakukan semua itu hanyalah untukmu
ambil semua yang kau mau
hidupkupun bila perlu bolehkah ku menujumu
dijalan yang hilang dijalanku yang hilang
angin tampak hitam belum juga terang
aku sangat takut ku sangat pengecut
mataku terpejam dan sangat berharap
bukan aku yang terbuang
lampupun tengarang tak tampak terang
hatiku terdiam laksana karang
ketika ku coba mencari cari jalan yang hilang
kan ku tempuh dikegelapan
hidupku terasa pekat nafasku tersendat sendat
kulakukan semua itu hanyalah untukmu
ambil semua yang kau mau
hidupkupun bila perlu bolehkah ku menujumu
dijalan yang hilang dijalanku yang hilang
dijalanku yang hilang

Hapuskan Keluhanmu

beribu sungai bertemu dilautan
tak pernah kau anggap keajaiban
beraraknya awan yang menurunkan hujan
tak pernah kau lihat sebagai keindahan
bagaimana dengan aku yang hanya seperti itu
tak punya apapun selain sirimu
bagaimana dengan kita
yang sudah tak punya cara
untuk bisa tertawa bersama sama
habiskan keluhanmu sebelum terlalu
dengarkan keluhanku sebelum berlalu
aku tahu dirimu sudah letih padaku
yang tak bisa mengerti keinginanmu
bagaimana dengan kita
yang sudah tak punya cara
untuk bisa meneruskan cerita
beri ruang untuk kata agar semua terbuka
pastikan taka ada yang tersia sia
habiskan keluhanmu sebelum berlalu
dengarkan keluhanku sebelum berlalu

2 Komentar Add your own

  • 1. rofiq  |  September 2, 2010 pukul 12:20 am

    ok…i like that

    Balas
  • 2. akhdi  |  November 14, 2012 pukul 4:22 pm

    SUBHANALLAH…….
    indah sekali sya’irnya……

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: