Gastropoda

Oktober 4, 2007 at 8:39 am 19 komentar

Gastropoda adalah hewan invertebrata yang melakukan aktifitas lokomosi dengan kaki-perutnya (gastro-perut, poda-kaki). Untuk mengetahui kecenderungan lokomosi Gastropoda terhadap perubahan pasang surut (geotropisme), kami mengamati gastropoda yang berhabitat di akar napas mangrove. Letaknya bervariasi, dari yang sangat dekat dengan permukaan air hingga jauh dari permukaan air.

Gastropoda yang berhabitat di Mangrove, berdasarkan Guttierez (1988) merupakan gastropoda dari Genus Littorina. Biasanya menempel di akar napas, daun, atau cabang (Flores (1987) dalam Guttierez (1988)). Bandel (1974) dalam Guitterez (1988) menginformasikan bahwa Littorina adalah hewan mikrofagus yang memakan detritus, sponge, alga, dan mikroorganisme tak bercangkang lainnya.

Kecenderungan dan aktifitas Gastropoda sangat dipengaruhi oleh kondisi pasang surut air laut dan keberadaan makanan. Menurut Hesse (1947) persebaran hewan didasarkan atas dua faktor. Pertama faktor makanan, hewan cenderung akan tinggal di suatu daerah dimana mereka dapat dengan mudah mendapatkan makanan. Faktor yang kedua adalah faktor barrier. Barrier sangat mempengaruhi persebaran suatu populasi karena barrier atau rintangan ini akan menghambat kelangsungan hidup individu atau bahkan populasi tersebut.

Berdasarkan Ito dan Wada (2005), gastropoda jantan akan menjaga betina ketika akan melakukan kopulasi. Dinter dan Manos (1972) dalam Ito dan Wada (2005) menyatakan bahwa gastropoda betina akan menghasilkan feromon seks yang akan dikenali oleh jantan. Dan gastropoda jantan mampu membedakan bekas jalur lendir atau mukus yang akan dihasilkan oleh betina atau jantan (Erlandsson dan Kostylev (1995) dalam Ito dan Wada (2005)).

Guttierez (1988) menyatakan bahwa gastropoda Mangrove memangsa hewan mikrofagus seperti detritus, sponge, alga, dan mikroorganisme tak bercangkang lainnya. Pada keadaan surut, mangsa-mangsa tersebut terdedah di permukaan substrat sehingga memudahkan gastropoda untuk memangsanya. Seperti yang dikemukakan oleh Hesse (1947) faktor kedua yang menstimulus hewan untuk berlokomosi adalah faktor barrier. Saat keadaan surut, predator gastropoda yang berupa kepiting sedang tidak aktif. Kepiting aktif pada sore dan malam hari, yaitu saat keadaan substrat berair karena kepiting adalah hewan yang berlokomosi dengan cara berenang dan berjalan (Trueman, 1975).

Pada keadaan surut, gastropoda sangat aktif. Hal ini memberikan keterangan bahwa gastropoda adalah hewan yang aktif di siang hari, yaitu pada saat surut. Faktor-faktor yang menyebabkan adanya perbedaa tersebut adalah diantaranya :

a. Cahaya matahari

Cahaya matahari merupakan sumber panas yang utama di perairan, karena cahaya matahari yang diserap oleh badan air akan menghasilkan panas di perairan (Odum, 1993). Sehingga cahaya matahari akan meningkatkan suhu perairan sehingga menjadi lebih hangat.

b. Suhu air

Pada saat malam hari, suhu air menjadi lebih rendah dibandingkan dengan suhu air saat siang hari. Suhu air merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi aktifitas serta memacu atau menghambat perkembangbiakan organisme perairan. Suhu yang terlalu rendah mungkin akan membahayakan bahkan dapat menyebabkan hipotermik pada hewan yang berujung pada kematian.

c. Kandungan kimia air laut

Air laut di sekitar kepulauan seribu sudah tidak diragukan lagi telah mengalami pencemaran terutama polutan kimiawi. Pada saat pasang, senyawa-senyawa beracun (toksit) maupun logam berat, akan terbawa oleh air. Sehingga akan membahayakan kesintasan hidup gastropoda. Bahan-bahan ini berasal dari daerah aliran sungai maupun areal pemukiman –kota dipinggiran pantai serta kawasan atau industri yang membuang limbah ke laut.

Pasang surut terjadi karena adanya gaya tarik menarik antara gaya sentrifugal dan gaya gravitasi yang berasal dari bulan dan matahari terhadap bumi (Tomo, et al., 2005). Gaya sentrifugal adalah suatu tenaga yang didesak ke arah luar pusat bumi, besarnya kurang lebih sama dengan tenaga yang ditarik ke permukaan bumi (Giancoli, 2004). Gaya gravitasi bulan terhadap bumi dua kali lipat dibandingkan dengan gaya gravitasi matahari terhadap bumi. Hal ini terjadi karena jarak antara bumi dan bulan lebih dekat daripada jarak antara bumi dan matahari. Pada bagian bumi yang menghadap bulan, gaya gravitasinya lebih kuat daripada gaya sentrifugal, sehingga air tertarik keatas dan disebut pasang naik.

Pada bagian bumi yang berjauhan dengan bulan juga akan mengalami penarikan air menjauhi bumi, tetapi besarnya air yang tertarik tidak sebesar dengan penarikan air pada bagian bumi yang langsung berhadapan dengan bulan yang kemudian disebut pasang surut. Gaya gravitasi yang ada dibagian ini lemah dan gaya sentrifugalnya kuat. Pada sisi bagian bumi yang tidak mengalami penarikan air, disebut surut. Dengan demikian terdapat dua kali pasang dan dua kali surut.

Entry filed under: 1. Tags: .

Who Is Ur Mother Pengamatan Transek Garis 100 meter @ Pulau Pari Bagian Selatan

19 Komentar Add your own

  • 1. INDAH  |  Februari 9, 2008 pukul 11:46 am

    SAYA SANGAT SUKA SAMA MOLLUSKA KARENA LUCUH……….

    Balas
  • 2. miftajah  |  Februari 11, 2008 pukul 10:11 am

    aku prediksi dirimu adalah seorang plegmatis-sanguinis atau kebalikannya, hoho.
    salam kenal indah…
    aku pun suka moluska karena KEREN!

    Balas
  • 3. husamah irham  |  Maret 10, 2008 pukul 7:52 pm

    salam kenal,
    apakah mbak punya file lengkap/jurnal tentang gastropoda. kebetulan saya lagi skripsi tentang gastropoda sungai ni…
    kalau boleh, saya mohon bantuan.
    kalau memang ada “ongkos” bisa dibicarakan.
    email saya: usya_bio2yahoo.com

    Balas
  • 4. miftajah  |  Maret 11, 2008 pukul 11:05 am

    hmm… saya cari dulu ya. buat saudara ga usah ganti ongkos deh. ^_^.
    salam kenal juga.

    Balas
  • 5. yandhie  |  Desember 10, 2008 pukul 4:50 pm

    Hmmm… Kenapa tidak membahas mengenai temulawak? Gimana dengan TAmu pi?

    Balas
  • 6. imo  |  Januari 18, 2009 pukul 5:55 pm

    sya cari artikel nilai gizi mollusca kelas gastrapoda & Pelecipoda cari dimana yah????

    calon sarjana arkeologi

    Balas
  • 7. dhika  |  Maret 19, 2009 pukul 8:46 am

    Apakah ada hubungan kelimpahan gastropoda dengan adanya pemberian kitosan

    Balas
  • 8. joy  |  Juni 4, 2009 pukul 9:03 pm

    salam kenal…mbak..saya skarang lg skripsi tentng gastropoda kususnya untk daerh mangrove.,,apa mbak punya jurnal2 tntang itu mbak,,mohon bantuannya ya mbak!!!!!!!…maaf ya mbk sebelmnya..

    Balas
  • 9. joy  |  Juni 4, 2009 pukul 9:06 pm

    oia lupa.kl ada ne email q mbak,
    rafky_cool@yahoo.co.id. makasih ya mbak

    Balas
  • 10. kepinglogam  |  Juli 9, 2009 pukul 2:32 pm

    @ joy
    ada sih, tapi sayangnya komputer saya lagi rusak. maaf ga bisa membantu..

    Balas
  • 11. ANdy  |  September 13, 2009 pukul 10:08 pm

    Minta alamat pengarang tulisan ini dong. soalnya sangat berguna buat saya untuk daftar pustaka penulisan penelitian saya ttg GASTROPODA. klau ada data yg lengkap ttg Gastropoda, saya minta dong.. thanks

    emailku: andikakadalolor@yahoo.co.id

    Balas
  • 12. kepinglogam  |  September 13, 2009 pukul 11:21 pm

    waw, ini laporan kuliah lapangan saya sewaktu di Pulau Pari. alamat pengarang?? alamat apanya?? atau info lengkap??
    kalo info buku yang dijadiin daftar pustaka udah ilang…

    nama laporannya apa ya, bentar…
    hmm
    Miftahul Hidayah
    Laporan Kuliah Lapangan Biologi Perilaku : Pengaruh Pasang Surut Air Laut terhadap Kecenderungan Lokomosi Gastropoda Pulau Pari (Kepulauan Seribu)
    Program Studi Biologi
    ITB
    Bandung
    2007

    Balas
  • 13. poetri gita  |  Desember 7, 2009 pukul 7:20 pm

    mbak punya ttg Gastropoda Insecta g?
    lam knal

    Balas
  • 14. hariii  |  Maret 2, 2010 pukul 4:02 pm

    mumettt bqin ringkasan molusca

    Balas
  • 15. ahiq  |  Mei 12, 2010 pukul 6:16 pm

    bgaimana proses keluarnya siput dari cangkang nya? katanya siput itu membentuk cangkang baru, kalau iya jelaskan!!!

    Balas
  • 16. ahiq  |  Mei 12, 2010 pukul 6:20 pm

    bagimana proses pembentukan cangkang baru pada bekicot??? katanya, siput keluar dari cangkangnya dan membentuk cangkang baru,, kalau iya tolong jelaskan!!!

    Balas
  • 17. Ardha Yosef  |  Juni 8, 2011 pukul 2:11 am

    mantap om, artikelnya.
    membantu!!

    Balas
  • 18. lifelock promo code  |  April 20, 2013 pukul 8:39 am

    Hmm it seems like your website ate my first comment (it was super
    long) so I guess I’ll just sum it up what I had written and say, I’m thoroughly enjoying your blog.
    I too am an aspiring blog blogger but I’m still new to the whole thing. Do you have any tips for inexperienced blog writers? I’d really appreciate it.

    Balas
  • 19. screenflow coupon code  |  September 24, 2013 pukul 7:32 am

    Thank you for the good writeup. It in fact was a amusement account it.
    Look advanced to more added agreeable from you! However,
    how could we communicate?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

  • 77,352 orang nih

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku


%d blogger menyukai ini: