Kenapa harus peduli?

Januari 10, 2009 at 10:50 pm 1 komentar

Ngapain sih ribut-ribut soal Palestina? Halloooowwwwww… negara kita aja udah megap-megap menghidupi dirinya. Lu liat kan? BBM langka, air ga tau kemana, sembako mahal, biaya pendidikan setinggi langit, BHP aja ga keurusan, belum lagi masalah bencana alam, korupsi edan!, apalagi Lapindo, tau dah nasib Sidoarjo sana.

Buat ngurusin masalah itu aja susah, masih keteran, padahal kita yang mahasiswa ini baru bisa ngomong doang ama pencerdasan dikit-dikit, eh… mau ngomongin rumah tangga orang. Udah lah, biarin aja itu palestina ama Israel, dari dulu juga mereka ribut terus ga kelar-kelar. Ada PBB ini yang bisa ngurus kayak gituan. Rumah tangga kita ajalah benahin dulu.

Kalo kita manusia, kalo kita benar-benar bangsa Indonesia, dan kalo kita Muslim, kata-kata diatas ga pernah ada.

Kawan, setiap hari Senin, dengan pakaian seragam Merah-Putih kita, dengan pakaian seragam Biru-Putih kita, dengan seragam Abu-Putih kita,  selama 12 tahun hari Senin kita, kata-kata ini senantiasa didengungkan. Seakan menjadi doktrin yang kemudian akan mendarahdaging dalam kehidupan kita. Yang akan mengalir bersama aliran darah kita. Bahwa…

sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

………………..

Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,……………”

Kawan, masalah Palestina bukan hanya soal masalah kemanusiaan, tapi juga  soal kebangsaan. Mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui bahwa kita sebagai bangsa Indonesia punya hutang sejarah terhadap bangsa Palestina.

Soekarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI secara de facto 17 Agustus 1945, tetapi untuk berdiri  sebagai negara yang berdaulat,de jure), Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Dan taukah kawan, negara mana yang pertama kali mengakui kedaulatan Indonesia? PALESTINA. Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti besar Palestina-.

Sebagai bukti, saya kutip artikel berikut ini :

Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan
Mesir, seperti dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc. Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI), M. Natsir (mantan Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini diterbitkan), dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.

M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.

Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti besar Palestina-  secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:

“.., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan.” Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini.

Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Soekarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia ..

Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani mengakui kedaulatan RI pertama kali oleh Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu (yang disusul oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal besar bagi RI untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh. Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam perundingan & pembahasan tentang Indonesia di lembaga internasional.

Dukungan Mengalir Setelah Itu

Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk ‘Panitia Pembela Indonesia’. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga internasional PBB dan Liga Arab sangat  gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam sidang lembaga tersebut.

Di jalan-jalan terjadi demonstrasi-demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya, demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dlm pertempuran yang sangat dahsyat itu.

Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal “Volendam” milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said. Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu. Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih – tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap motor-motor boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk kapal “Volendam” milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan. Kemudian motor boat besar pengangkut logistik untuk “Volendam”  bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr. Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur perusahaan pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak menyurutkan perlawanan para buruh Mesir.

Wartawan ‘Al-Balagh‘ pada 10/8/47 melaporkan:
“Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejuruan lain.”

Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada minornya menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme Islam di Asia dan Dunia Arab. “Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa.”

Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia yang saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu perdjoeangan kita.

Statement Tokoh dalam buku ini:

Dr. Moh. Hatta
“Kemenangan diplomasi Indonesia yang dimulai dari Kairo. Karena dengan pengakuan Mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu dilakukannya di masa-masa yang lampau.”

A.H. Nasution
“Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja dan jang paling dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2 Indonesia di luar negeri. Mesir, Siria, Irak, Saudi-Arabia, Jemen, memelopori pengakuan de jure RI bersama Afghanistan dan IranTurki mendukung RI. Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2 revolusi kita. Dan simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur Tengah merupakan modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus dibina untuk perdjuangan jang ditentukan oleh UUD ’45 : “ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

Saya jadi teringat diskusi saya dengan seorang teman yang tau banyak soal wajah dunia Islam. Diskusi saat itu terbina karena acara National Geographic edisi Natal menayangkan tentang Kota Suci Jerusalem. Saat itu saya bertanya, “emang segimana hebatnya kota ini sih sampe tiga agama satu bapak ini sampe segitunya diperebutkan?”. Dengan redaksi tidak tepat, teman saya itu mengatakan, “Palestina adalah Ideologi sekaligus simbol. Simbol kekuatan ideologi siapa yang paling kuat di muka bumi”. Katanya lagi, waktu Palestina ditundukkan dalam perang salib, kekuatan Islam memang sedang berjaya. 1/3 dunia berada dalam naungan Islam. Dan ketika Palestina berada dalam kekuasaan Romawi, memang saat itu Romawi dalam masa kegemilangan. Palestina adalah simbol sekaligus ideologi. Ideologi siapa yang tertancap kuat diatas  muka bumi, maka simbolnya adalah kekuasaannya atas bumi Palestina. Bumi suci umat Islam, Nasrani, atau Yahudi sekaligus.

Jadi apa yang bisa kita lakukan untuk Palestina?

1. BERDOA

Doakan saudara-saudara kita disana, karena doa adalah kekuatan utama kita umat Muslim. Saudara-saudara kita disana mungkin tidak butuh belas kasihan kita, tapi ia butuh doa kita. Allah telah mempercayakan mereka untuk mengemban amanah kemenangan Islam di bumi Palestina, dan itu janji Allah yang pasti. Tapi kebenaran janji Allah itu harus dijemput, dengan doa-doa.

2. PERKATAAN

Punya blog, tulis pemikiran kita di blog. Ajak teman-teman untuk ikut peduli terhadap permasalahan Palestina. Tidak ada istilah TALKLESS, DO MORE disini. Karena kata adalah pedang media dan propaganda.

3. PERBUATAN

Satu kata : BOIKOT! Perang mereka butuh dana. Dan tanpa sadar kita telah mendanai mereka melalui kegiatan konsumsi kita. Unilever, McD, Cocacola, Netsle, Maybelline, dan banyak produk lainnya adalah corong dana Yahudi. Kita adalah konsumen mereka, maka dari kita pulalah mereka memiliki dana. Sok lah, itung-itung swasembada dan kampanye CINTA PRODUK DALAM NEGERI.

boycott-israel-275x275

Ada aksi Palestine, ikut! Ini salahsatu bukti kita peduli. Sadar tidak sadar, aksi ke jalan cukup efektif untuk menekan pemerintah Mesir dan dunia (PBB). Sampai saat ini pintu perbatasan Rafah masih tertutup. Kita tekan pemerintah Mesir untuk segera membuka pintu perbatasan Rafah.

gaza-mubarak1

DONASI. Salurkan dana untuk Palestina melalui LDK-LDK kampus masing-masing. Atau ke rekening 6860153678 BCA a.n Medical Emergency Rescue Committe (MER-C).

InfoPalestina.com : Direktur Pelayanan Ambulan dan Emergency Departemen Kesehatan Palestina, Dr. Muawiyah Husnain menegaskan jumlah korban agresi Zionis Israel hingga Sabtu (10/01) pagi mencapai 821 gugur, 230 di antaranya anak-anak dan 93 wanita serta 12 relawan tim medis dan sejumlah wartawan. Sementara itu korban luka mencapai 3350 orang, 50% di antaranya adalah anak-anak dan kaum wanita. Lebih dari 400 di antaranya dalam kondisi kritis.

~~~

“Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta mencintai antara satu sama lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota berasa sakit maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan tidak dapat tidur.” (HR Bukhari)

Daftar Produk AS yang Diboikot Oleh Para Ulama

Sumber: al Markaz al Filistini lil I’lam (PIC) (abu ais)

Restoran:

KFC
Arbys
McDonalds
McBurger
Pizza Hut
Chilies
Hardees
Paridies
Pizza Little Sitzer
Jack in the Box
A&W
Kantez
Baskin Robbins
Wimpy
Dominos Pizza
Texas
Slizer

Produsen Makanan & Minuman AS:

Minuman:

– Pepsi dan anak perusahaannya: Mirinda dan 7up
– The Coca-Cola Company dan anak perusahannya (Anda kalau membaca tulisan Cola-cola dari belakang botol, akan tertulis: no Muhammad, no Mecca): Sprite dan Fanta


Produk Hanes and Crystal: Mayonnaise, Kecap
California Garden and Warner & Lambert
T-Shirt, Sepatu: Semua baju dan sepatu merk Nike (pernah tertulis kata “Allah” dalam sebuah produknya), Adidas, Kate dan Calvin Klein

Peralatan Listrik :
Power, Union Air, Clifinitour , Admiral, Harmony, Alaska, Duncan, Motorola, Alcatel.

Baterei: Everydy, Energizer dan Doorsill

Mobil:
Ford, Chrysler, Hammer, Chevrolet, Puck

Dan Semua produk General Electric

Perusahaan-Perusahaan AS yang mendanai Zionisme Internasional:

A & M FOODS
A & W BRANDS
A. CAMACHO, INC .
A. ZEREGA’S SONS
A. PANZA & SONS
A.E. STALEY MANUFACTURING COMPANY
A.J. ALTMAN
A.L. BAZZINI CO
A ARHUS, INC
ABBA AB BEIJER COMPANY
ABCO LABORATORIES
ABEL & SCHAFER
ABELES & HEYMANN
ABRAHAM’S NATURAL FOOD
ACCRU PAC GROUP
ACE BAKING CO .
ACIME SMOKED FISH CORP
ADAMS VEG. OILS
ADAM MILLING
ADRIENNE’S GOURMET FOODS
ADVANCED SPICE & TRADING
AG PROCESSING
AGRO FOODS
AIR PRODUCTS & CHEMICALS,INC
AJINOMOTO, U.S.A
AK PHARMA, INC
AKZO & PACIFIC OLEOCHEMICALS
ALBERTO-CULVER COMPANY
ALBRIGHT & WILSON CO .
ALCAN FOIL PRODUCTS
ALEX FRIES & BROS .
ALGOOD FOOD COMPANY
ALL STAR FOODS
ALLE PROCESSING
LLEN FOOD PRODUCTS
ALLFRESH FOOD PRODUCTS
ALLIED CUSTOM GYPSUM COMPANY
ALLIED FOOD DISTRIBUTORS
ALLTECH
ALEO FARMS
ALTA DENA
ALUMAX FOILS

Bahan-bahan Kimia dan pembersih:

1. PT. Procter and Gamble (memproduksi: Oloiez, Pampers, Ferry, Downy, Ariel, Tide, Head and Shoulder, Pantene, Camay, Zeset, Mack Factor, Carmen)

2. PT. Johnson & Johnson (memproduksi: Shower to Shower, Cream Johnson)

3. Nectar

4. Avon

5. Revlon

6. Gardena

7. Pasta gigi Corset

Alat Tulis: Bulpen merk Shiver, Parker dan Hear

Bank Amerika: Bank America International, American Express, Bank of America, Bank of New York
Lain-lain: Rokok AS seperti: Marlboro, Kant, Janstown, Lark, Merit, Gold Cost, Carlton, LM, More.

Para ulama’ tersebut adalah:
1. Prof. DR. Yusuf Qardhawi, Ulama dan Cendekiawan Muslim kondang di seluruh dunia. Kini tinggal di Doha, Qatar.
2. Syeikh Salman bin Fahd Al Audah, ulama’ kharismatik dari Arab Saudi
3. Syeikh Muhammad Saed Ramadhan al Buthi, ulama’ kharismatik tinggal di Suriah
4. Syeikh Abdullah al Jibrin, ulama’ Arab Saudi dan anggota Persatuan Ulama Besar Arab Saudi
5. DR. Hammam Saed dan DR. Muhammad Abu Faris, Intelektual Muslim tinggal Amman, Yordania.
6. DR. Naser Farid Wasil, Mufti Mesir
7. Fatwa Majelis Ulama Sudan
8. Fatwa Majelis Ulama Palestina

Entry filed under: 1. Tags: , , .

Boicot FACEBOOK for Palestine List Produk Isrealis : BOIKOT!

1 Komentar Add your own

  • 1. Fajar  |  Januari 11, 2009 pukul 10:44 am

    karena……moslems are brothers..
    thanks’…good article…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

  • 77,352 orang nih

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku


%d blogger menyukai ini: