Kania

Desember 15, 2008 at 12:50 am 3 komentar

Kania calling…

Lampu ponselku berkedip-kedip,

“Assalamualaikum, Ka”

“Waalaikumsalam, Pi”, Kania (bukan nama sebenarnya) menjawab salamku. Tapi aneh, kali ini suaranya parau. Bukan hanya itu, dalam hitungan dua detik, hanya suara tangis yang kudengar dari pesawat genggam ini. Pasti masalah itu lagi. Masalah yang akhir-akhir ini menjadi curhat panjang pagi-siang-sore antara aku dan Kania. Masalah yang mungkin akan mendewasakan Kania, dan juga aku tentunya. Lima menit berlalu, aku memberanikan bicara, setelah mendengar isaknya mulai mereda.

“Kenapa, Ka?”

“Pi, kalo Ibu sama ayah udah cerai, berarti ayah bukan mahram aku lagi ya?”

“katanya sekarang Kania udah tau, kalo ayah emang bukan ayah kandung Kania. Kania tau jawabannya”

“Tapi Pi”, semakin parau dan agak sulit aku menangkap suaranya, “Aku dan ayah tuh deket banget. Lebih deket daripada sama Ibu. Semenjak kecil, yang besarin aku, yang ngajarin baca, yang ngajarin nulis, bahkan yang mandiin aku, itu ayah. Bukan Ibu. Kemarin lalu, aku masih bisa cium pipinya setiap pagi. Dan hari ini… Pi, ayah adalah orang terdekat dihidupku. Dan sekarang, bahkan untuk cium punggung tangannya pun, ga boleh lagi.”

Aku terdiam. Termenung dan hanya bisa mendengar isak Kania, sahabatku, yang semakin parau. Kania, seandainya kamu ada disini, aku ingin sekali menggamit tanganmu, meletakkannya di pipiku. Meraih kepalamu ke bahuku. Ingin sekali.

Ka, aku tau itu pahit. Tapi aku juga ga bisa apa-apa, selain menjadi saudara yang selalu mendoakanmu. Mendoakan keluargamu.

“Pi, kenapa aku baru tau sekarang, kalo ayah ternyata bukan ayah kandung aku”. Pertanyaan sulit, Ka, batinku

“Karena Allah ingin, kamu bisa bersyukur, sempat memilikinya”, jawabku (walau dalam hati, aku ikut menangis).

Kania, dari manusia bumi yang sejumlah 2 milyar ini, ternyata Allah memilih Kania untuk mengemban musibah ini. Kata seorang sahabat, musibah, memiliki dua makna. Ujian kenaikan tingkat agar derajat takwa kita bertambah, dan yang kedua, adalah sarana Allah untuk menggugurkan dosa-dosa kita. Bukankah keduanya indah, Ka? Artinya Allah sayang Kania. Sayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget sama Kania. Allah ingin Kania jadi orang yang bersabar, seperti Nabi-Nabi kita. Dan didalam sabar itu, ada milyaran pahala buat Kania.

Teringat, tadi siang aku meminta Tausyiah dari saudara-saudaraku, dan Alhamdulillah banyak yang memberi. Aku bagi buat Kania

Maka ingatlah kepadaKu. Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukur kepadaKu dan janganlah kamu ingkar kepadaKu”, (QS Al-Baqarah : 152)

Bukan bahagia yang menjadikan kita bersyukur, tapi bersyukur itulah yang menjadikan kita bahagia.. jika ada ujian maka itu pun salah satu cara Allah membuat kita bahagia

Suatu saat mungkin rongga-rongga hati kita terasa sesak oleh gelombang kehidupan. Barangkali jiwa kita merasakan bosan pada gersangnya kehidupan. Dan kita didera suasana yang memunculkan kesedihan. DIA-lah yang menegarkan jiwa dikala terhempas duka, yang menguatkan hati tatkala tersakiti, yang membuat kaki tegak berdiri tuk halau rintangan yang terus menghampiri.. SEMANGAT!

Allah tidak menjanjikan hari-hari tanpa duka, gembira tanpa derita, matahari tanpa hujan. Tapi IA menjanjikan kekuatan untuk menghadapi hari-harimu, penghibur pada airmatamu, dan terang bagi jalanmu, serta sabar sebagai kekuatanmu selama engkau dijalanNYA

***

Perceraian, apapun alasannya, selalu menjadikan anak sebagai korbannya. Mungkin itulah, mengapa Allah membolehkan perceraian, tapi amat membenci perceraian itu sendiri. Terkadang aku berpikir bodoh, mengapa ada kata cerai dalam kamus kehidupan. Aku sangat membenci kata itu. Namun aku berpikir, pasti ada makna dibalik kata itu. Mungkin kata cerai, mengajarkan arti setia. Ya, baru itu yang aku tau. Selebihnya, aku masih sangat membenci kata itu.

Teringat nasihat Bapak ketika pulang ied adha kemarin, “Teh, Bapak kamu ini, mama kamu, bukan manusia sempurna. Kadang ada salahnya, kadang benar. Teteh udah besar, bisa lihat mana yang salah mana yang benar. Contoh yang benar, tapi buang jauh-jauh yang salah. Itu namanya manusia”. Dan pesan itu, akan menjadi lentera dalam hidupku sepanjang proses perjalananku menjadi manusia.

***

20070513_rain_original_closeup_900x600

Ka, dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

***

“Disguise”

– Lene Marlin –

Have you ever felt some kind of emptiness inside
You will never measure up, to those people you
Must be strong, can’t show them that you’re weak
Have you ever told someone something
That’s far from the truth
Let them know that you’re okay
Just to make them stop
All the wondering, and questions they may have

Have you ever seen your face,
In a mirror there’s a smile
But inside you’re just a mess,
You feel far from good
Need to hide, ‘cos they’d never understand
Have you ever had this wish, of being
Somewhere else
To let go of your disguise, all your worries too
And from that moment, then you see things clear

Are you waiting for that day when your pain will disappear?
When you know that it’s not true what they say about you?
Couldn’t care less ’bout the things surrounding you
Ignoring all the voices from my wall

I’m okay, I really am now
Just needed some time
To figure things out
Not telling lies
I’ll be honest with you
Still we don’t know
What’s yet to come

Entry filed under: ceritacerita. Tags: , , , .

Inspiring #sesi4 [Julaibib: Ia yang Tak Dikenal Jamannya] Pinta

3 Komentar Add your own

  • 1. gendut1mu3t  |  Desember 15, 2008 pukul 1:03 pm

    Semoga kesabaran akan selalu menyertai kania,, mungkin ada seuatu yang indah setelah ini…

    Balas
  • 2. ntz  |  Desember 16, 2008 pukul 10:50 pm

    Subhanallah, kisah yang sangat menggugah. Jadi contoh buat pribadi.

    Teringat kata seorang teman, yang juga belum nikah tetapi tampaknya sudah ada calon, “Nikah itu, kalau cocok ya dilanjutin, kalau nggak cocok ya dicocokin.” Jadi ujung2nya diusahakan tetep berlanjut😄 .

    Kalo kasusnya seperti itu, solusinya gimana ya… Sudah coba tanya pada ustadz/ustadzah yang paham? Kalo dapet, boleh minta untuk dishare juga?😀

    Maaph kepanjangan komentarnya >_<

    Balas
  • 3. padhangilalang  |  Januari 9, 2009 pukul 2:17 am

    @ gendutimut
    iya, ntar kania dsuruh baca..

    @ amna
    yg mana?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

  • 77,352 orang nih

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku


%d blogger menyukai ini: