Watermark

November 26, 2008 at 11:50 am 1 komentar

Rindu yang tenang//Mengalir//Mengikuti pusarpusar riakriak//Mengalun//

Rindu yang syahdu//Seperti rindu sang putri//Pada ayahanda raja//

Membebas wajah pada bayangan air//Sentuh ia (pada bayangan air)//Hingga rindu itu menganak mengirama//Sampai syahdu//

Hingga pertemuan hakiki tiba//Bukan lagi bayangan air//Tapi wajah yang kau dapat kecup pipinya//Seperti putri menjumpa ayahanda

watermark

Entry filed under: ceritacerita. Tags: , .

Met Milad Versus

1 Komentar Add your own

  • 1. qisthi  |  November 26, 2008 pukul 9:42 pm

    rindu yang tenang,
    kadang menyimpan berjuta bulir
    biarkan bulir itu jatuh,
    dalam syahdu
    biarkan ia lepas, bebas,
    menghapus pedih yang tersisa

    … … … naon sih, sayah teh..???? hehehe..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

  • 77,352 orang nih

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku


%d blogger menyukai ini: