Versus

November 26, 2008 at 12:09 pm 6 komentar

cinta vs benci

kelembutan vs kekerasan

kedamaian vs peperangan

tapi lahir silogisme:

  • Cinta kelembutan dan kedamaian
  • Benci kekerasan dan peperangan

Bukankah keduanya sama?

Lalu apakah orang yang jatuh cinta,

Kemudian melupakan kebencian terhadap kebatilan yang diciptakan sendiri?

Kemudian melembutkan diri terhadap syari’ah?

Kemudian mendamaikan diri terhadap nafsu?

Bukankah ia harus tetap benci pada musuh yang nyata?

Bukankah ia harus tetap keras terhadap aturanNya?

Bukankah ia harus tetap memerangi rayuan syaithan yang terkutuk?

Aku jatuh cinta,

Tapi ingin dalam Ridha-Nya

Bukan cinta yang menggelincirkan

Biarlah hati terhempas karena nafsu yang tak sampai,

Karena sungguh, berkah-Nya

Hanya akan mengalir ketika

Cinta dalam Ridha-Nya

Bagaimana bila akhirnya ku cinta kau

Dari kekuranganmu hingga lebihmu

Bagaimana bila semua benar terjadi

Mungkin inilah yang terindah

-Tentang kamu, Bunga Citra Lestari-

dalam ketidakjelasan -like walking on the fog-

Entry filed under: puisi + lagu. Tags: .

Watermark Inspiring #sesi 3 [Abis ini]

6 Komentar Add your own

  • 1. patomi  |  November 26, 2008 pukul 2:18 pm

    versus..nama temen tu pi…
    Ferry Susanti jadi fersus..hehe..beda ya..

    Balas
  • 2. annigapakelogin  |  November 27, 2008 pukul 11:20 am

    Halah pi… lagi jatuh cinta?!

    Balas
  • 3. miftahul hidayah  |  November 27, 2008 pukul 12:32 pm

    @mba patmi
    ealah mba..

    @anni
    tiap hari ni, tiap detik malah.. Jatuh cinta padaNya.. Ia yang mahabaik
    makanya aku post, biar orang2 yg lagi jatuh cinta (dan jujur pada diri sendiri) pada baca.. Syukur2 kalo jd pd menghayati

    Serial selanjutnya, tunggu aja!

    Balas
  • 4. miftahul hidayah  |  November 28, 2008 pukul 6:16 am

    Buat semua yg baca, biar g menimbulkan prasangka.. Tulisan ini dbuat bukan untuk curhat. Tapi buat menyadarkan kembali hakikat cinta, atas dasar apalagi cinta kita letakkan jika bukan atas dasar Sang Pemberi Cinta..
    Getoo..
    Semoga ga salah persepsi..

    Balas
  • 5. fani ferdiana  |  Desember 3, 2008 pukul 8:09 am

    aku suka kata – kata …
    “Biarlah hati terhempas karena nafsu yang tak sampai”.
    Biarlah hati ini terhempas ke dasar jurang terdalam demi cinta yang sebenar – benarnya cinta.
    Biarlah hati ini pecah berkeping demi cinta yang sebenar – benarnya cinta.
    Biarlah nafsu tak terturuti demi cinta yang sebenar – benarnya cinta.
    …Cinta pada Nya🙂
    “Karena sungguh, berkah-Nya Hanya akan mengalir ketika Cinta dalam Ridha-Nya”

    Balas
  • 6. yandhie  |  Desember 10, 2008 pukul 4:41 pm

    Hmm hmm…
    Jatuh cinta pada sang Rabb ya? Subhanallah…
    Tingkatan cinta yang paling tinggi yang saya tahu…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

  • 77,352 orang nih

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku


%d blogger menyukai ini: