Sudahlah…

November 12, 2008 at 4:43 am 1 komentar

Di tulisan kali ini aku cuma mau share tentang yang ada dipikiranku mengenai pernikahan Syekh Puji dan Ananda Lutfiah Ulfa yang katanya muda belia. 12 tahun. Syekh Puji atau beliau yang bernama lengkap Pujiono Cahyo Widianto (43 tahun) ini adalah seorang pengusaha kaligrafi di Semarang yang sangat sukses.

Aku jadi ingin banget nulis ini karena keresahan menonton GoSpot tadi pagi (ga penting banget kan gue tumben2an nonton acara gosip). Di acara itu dibilang kalo Lutfiah Ulfa yang kini telah diserahkan Syekh Puji pada orang tuanya menghilang. Rumah berplester semen itu disorot oleh kameramen dan tentu saja tanya dikit2 kabar Ulfa dan keluarga pada masyarakat sekitar. Katanya mereka belum menempati lagi rumah itu.

Ah, kasian ananda kita ini. Kabarnya ia dan keluarganya menghilang karena ananda kita ini mengalami tekanan yang berat akibat pemberitaan di TV yang sangat sepihak.

Apalah daya seorang warga negara yang tidak memiliki pengaruh apa-apa ini, jika media dan para pengambil keuntungan (entah itu keuntungan ekonomi maupun politik) bekerjasama. Mungkin untuk menaikkan rating, atau bermaksud menyudutkan golongan tertentu (baca: Islam) karena ada kepentingan besar dibalik ini semua. Jikalah rating menjadi tuhan bagi media, dan sponsor adalah rasulnya, berita apapun jadi asal masyarakat senang nonton.

Pernahkah para media itu berfikir mengenai psikologis ananda kita itu. Mereka ramai menyiarkan bahwa “She’s just a kid“. tapi mereka memperlakukan ananda kita ini seolah-olah umpan penarik rupiah. Plis lah, kasian dia.

Hey! Jangan kau berani-berani hina agamaku! Mencoba memancing di air keruh rupanya? Jangan kau katakan Rasulku seorang Pedofilia lantaran beliau juga menikahi Aisyah pada 9 tahun. Oh, jadi karena ini kalian mempublish berita ini sedemikian gencarnya? Untuk menghina dina agamaku? Karena Syekh Puji ini seorang muslim dan bergelar kiyai? punya pondok pesantren pula.

Plis lah, kasus kekerasan terhadap anak itu masih jauh lebih banyak dan kenapa tidak di-publish? Pemerkosaan, pornografi, Lesbianisme, sodomi, seks bebas remaja dan anak-anak, apa masih kurang memenuhi kriteria kasus yang menjual? Dan anehnya, media (bahkan negara ini) justru seolah-olah mewajarkan kasus lesbianisme dan homoseksual, udah gila kayanya. Perlu bukti? Itu, pasangan kakek2 yang nikah di Bali itu apa? Ga percaya? tanya mbah gugel.

Ah sudah lah ya, Udah males komen lagi

Entry filed under: tulisan standar. Tags: , .

Dia Milikku Inspiring #sesi 1

1 Komentar Add your own

  • 1. Deri  |  November 12, 2008 pukul 11:53 am

    mengenai pemberitaan media ini baca arti surah al-hujurat ayat 6-7 (kalo gak salah)
    trus mengenai acara gosip baca ayat 11-12
    trims

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

  • 77,352 orang nih

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku


%d blogger menyukai ini: