The Bright Sun

November 4, 2008 at 3:33 am 9 komentar

The Bright Sun

Adalah kebutuhan mereka,

para tetumbuh,

para hewan,

para bumi

The Bright Sun

Tak selamanya langit indah dengan pelangi

Langit juga indah dengan mentari bersinar terang

The Bright Sun

Bahkan pelangi hanya akan ada

ketika mentari bersinar,

bersinarkah engkau mentari?

ada saat pelangi harus pergi

agar mentari menjadi the bright sun

dan ia akan kembali

saat ia harus kembali

Karena para bumi butuh mentari,

bukan pelangi

THE BRIGHT SUN

Entry filed under: puisi + lagu. Tags: .

Aku 128% sembuh! Seminggu Lalu

9 Komentar Add your own

  • 1. dhedia  |  November 5, 2008 pukul 12:35 am

    new look gini blognya teh…

    jadi keren euy..hehehhehe

    Balas
  • 2. miftahul hidayah  |  November 5, 2008 pukul 9:33 am

    @ dede
    wah, dede orang pertama yang bilang jadi keren
    yang lain pada minta ubah ke yang lama. katanya yang ini terkesan introvert banget. sisi lain seorang MIFTAHnyaPIPI kali ya.. hehe

    Balas
  • 3. ardee  |  November 6, 2008 pukul 10:16 am

    iya deh…
    tapi saking butuhnya bumi sama mentari… ia akan selalu jadi milik semua orang…

    So… kalo dari saya sih…
    Ku hanya butuh pelangi…
    Yang membuatku tersenyum sejenak saja…
    Setelah hujan gerimis mereda…
    Memberiku semangat, tuk kembali terbang…
    melesat tinggi-tinggi taklukkan dunia…

    Ku tak inginkan mentari…
    Meski cahayanya terang bersinar…
    Yang hangatnya membuatku terlena dipagi hari…
    Yang teriknya membuatku tertunduk disiang hari…
    Yang tak dapat kutatap meski senja telah datang…

    Aku hanya ingin pelangi… dan hanya pelangi…
    Tuk mengisi langitku… sejenak saja…

    sekali lagi… sebuah puisi autistik dari saya… hahahahaha…

    Balas
  • 4. miftahul hidayah  |  November 6, 2008 pukul 11:44 am

    @ kang ardian
    bodo ah!
    pokonya aku mah butuhnya mentari! selalu berenergi dan menyalurkan energi ke semuanya.
    MENTARI MILIK SEMUA!
    mentari bisa diliat kok, kalo senja… lembut banget malah warnanya. lembut tapi berenergi! keren kan mentari?


    oi kang, jangan nge-blog di blog orang dong! gimana si

    Balas
  • 5. afwan auliyar  |  November 6, 2008 pukul 12:44 pm

    wew….. matahari memang vital bagikehidupan manusia

    Balas
  • 6. miftahul hidayah  |  November 6, 2008 pukul 11:11 pm

    @ afwan auliyar
    mentariiiiiiiiiiiiii………….
    mentari
    mentari
    mentari

    Balas
  • 7. dhedia  |  November 10, 2008 pukul 8:31 pm

    wah, terjadi perbedaan pemikiran antara iwn sama awt nih…
    hahahaha…

    Saya mah ikut teh pipi deh…

    Tapi puisinya kang ardian bagus euy…heheheh…

    Balas
  • 8. ardee  |  November 11, 2008 pukul 9:53 am

    Hm… gimana ya?
    walopun belom tentu nyambung sih… kayaknya saya bisa ngambil kesimpulan kalo akhwat itu butuh figur seperti bintang ato ‘mentari’… kalo saya… pake esia hehehe… gak nyambung ya…

    Balas
  • 9. miftahul hidayah  |  November 11, 2008 pukul 10:38 am

    @ dede & kang ardian
    yaelah… terserah kalian dah.. mau mentari kek, mau pelangi kek, mau bulan, bintang, helikopter, raksasa, buto ijo, mak lampir.. semua terserah kalian… ga ikut2!
    Piss!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

  • 77,352 orang nih

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku


%d blogger menyukai ini: