XXI

Oktober 15, 2008 at 6:08 am 9 komentar

8 bulan 3 minggu yang lalu, selama satu minggu saya deg-degan setiap hari karena stres dengan kenaikan umur yang semula masih belasan jadi duapuluhan. Dan hari ini, deg-degannya lebih cepat. 3 bulan sebelum XXI tiba, (agak ngeri nulis angka duasatu –kata puluhnya pun masih takut disisipkan antar kedua bilangan itu) saya udah deg-degan banget. Waktu mau 20, sempet jetleg dan mual-mual dan ga nafsu makan selama satu minggu. Ciri khas saya kalo lagi stres. Merasa belum siap dengan angka dua di kolom umur.

Jadi malu dengan para sahabat yang telah mengharumkan Dien Islam dan yang telah mencium wangi surga saat masih belasan.

24 tahun…………yaa robanna
hamba di dunia……yaa robanna
hamba banyak dosa…yaa robanna
hamba mohon ampun

……………………

Allah subahanahuwataa’la
memerintahkan kepada kita
semua makhluknya didunia
berusaha mencukupi kebutuhan
menafkahi keluarga dari zaman
nabi adam mencari siti hawa
dan rasulullah bergerak
dibidang niaga namun sebenarnya
kita jangan lupa terhadap
kewajiban kita semua

jangan lupa sholat
jangan lupa zakat
jangan lupa dzikir

sekarang mari kita evaluasi diri
apa kekurangan kita didunia
kita perbaiki ya……. buat bekal
nanti dialam kekal

—24 tahun ebith beat a—

Di duaPULUHsatu tahun…

ingin jadi orang yang lebih bermakna

[tadi malem liat gelandangan di deket rumah cegi, miris… Ya Allah…seakan ga ada lagi orang yang peduli sama orang itu]

kadang sampe bingung, sebenernya pola pikir manusia itu kayak apa. dan aku bingung juga, kenapa aku makin lama makin anti-kemapanan ya, hehehe

Entry filed under: ceritacerita, puisi + lagu. Tags: .

Lelaki warna-warni SEPEDAH!

9 Komentar Add your own

  • 1. dian  |  Oktober 15, 2008 pukul 9:50 pm

    naon sey! ah, anak ini mang aneh super lebay dan ga jelas!

    Balas
  • 2. miftahul hidayah  |  Oktober 15, 2008 pukul 10:00 pm

    yah si budi ga pengertian banget sih,,,
    ini suara hati yang paling dalam tauk, (huhuhu)

    Balas
  • 3. dian  |  Oktober 15, 2008 pukul 11:14 pm

    terdalam naon? kek palung aja terdalam di laut…

    katanya dah sembuh tuh?! apanya???

    dasar anak kecil…

    Balas
  • 4. radit  |  Oktober 16, 2008 pukul 8:58 am

    krik krik…

    Balas
  • 5. miftahul hidayah  |  Oktober 16, 2008 pukul 11:11 pm

    @ radit
    ngapo dit, krik-krik…

    Ah,kayanya emang salah tempat ni ngomong di blog, enakan ngomong ama Di. G pernah protes..

    Balas
  • 6. shallypristine  |  Oktober 29, 2008 pukul 6:09 pm

    sali tau gelandangannya yang mana.. yg sering deket gapura jalan tubagus dalem kan??

    Balas
  • 7. miftahul hidayah  |  Oktober 30, 2008 pukul 1:12 pm

    @ sapi
    iya sal..bener!

    Balas
  • 8. ardee  |  November 4, 2008 pukul 7:58 pm

    sabar… sabar… temenin atuh gelandangannya…

    Balas
  • 9. wahyuinside  |  Desember 9, 2008 pukul 12:55 pm

    aslkm wr wb..
    hi salam kenal ya!
    kaya’nya ska lagu2nya ebith juga ya??
    wah klo saya mah ngefans abisssss ma dia hehe..
    btw,sejak kapn sih sukanya???

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

  • 77,335 orang nih

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku


%d blogger menyukai ini: