Lelaki warna-warni

Oktober 14, 2008 at 3:53 am 3 komentar

Dia sangat bersih, wajahnya berseri-seri,

Bagus perawakannya, tidak merasa berat karena gemuk,

Tidak bisa dicela karena kepalanya kecil, elok, dan tampan

Di matanya ada warna hitam, bulu matanya panjang,

Lehernya jenjang, matanya jelita, memakai celak mata,

Alisnya tipis, memanjang dan bersambung,

Rambutnya hitam,

Jika diam dia tampak berwibawa

Jika berbicara ia tampak menarik

Dia adalah orang yang paling elok dan menawan jika dilihat dari kejauhan

Tampan dan manis setelah mendekat

Dengan penuturan Ummu Ma’bad Al Khuza’iyyah, tentang Rasulullah, Mas Salim nampaknya mengajakku mengupas tabir pemikiran gaya baru. Tentang lelaki (aih aih pi… akhwat kok ngomongin ikhwan, gapapa lah.. menguak tabir. Belajar dewasa, hahaha).

Kawan, apa yang kau bayangkan dengan lelaki jaman ini? Melihat iklan di TV, ealaya… cowok juga punya sabun muka. Ga Cuma itu, kok jadi banyak benceuy benceuy gitu yak? Badan keker, hobi nyalon. Creambath, facial, meni pedi kerjaan cewek (yang gue yang cewek aja ogah) aja dilakoni. Yah, ga jauh-jauh dari situ, tren gay juga makin aja merebak. Jadi inget, jaman baru banget masuk ITB pas OSKM, ada kakak angkatan yang pake kaos bertuliskan “I’m a GAY”. Masya Allah… Ya OK, ga Cuma lelai pesolek yang nongol jaman sekarang, tapi tipe hombreng yang dikampus intelek ini juga katanya ada komunitasnya, yang katanya juga punya ciri khas sesama mereka aja yang tau. Dari pakaian katanya, warna baju, entah lah apa… Gue kan ga ikut-ikut, manalah gue tau.

Di bukunya, JALAN CINTA PARA PEJUANG, Mas Salim bilang ada fenomena global Kode Maskulin yang Berubah. Nah yang diatas ni, kita sebut ajalah lelaki warna pink (agak kasian kalo musti bilang mereka cowok metro). Ya mereka-mereka itu, yang kehidupannya Cuma ada disekitar dirinya. Penampilan, salon, harga diri (dari produk-produk yang dipake), au ah. Ga kebayang gue kehidupan mereka kayak apa.

Ah! Satu hal, cowok metro mati-matian ga mau disamain sama kaum gay ato hombreng. Kasian mereka, para korban bisnis global. Mas Salim ngasih rasionalisasi alasan dia mengatakan “cowok metro ga sama dengan gay”, melalui David Beckham yang (katanya sih) cowok banget!.

“Sekitar 2,5 juta USD Beckham dibayar untuk tersenyum di Tokyo Beauty Center dalam rangka menjajakan sebuah produk perawatan wajah”.

Ogah dah gua bayar orang segitu Cuma buat jualan. Huh! Nengok ke Afrika sono! Biar tau artinya 1 USD itu sama kayak apa.

Yah, demi produk yang laku keras nantinya, sang trendsetter gaya rambut dan perawatan kulit itu duduk tersenyum di TBC. Sungguh! Mas Salim menyatakan, citra negatif pria berdandan (yang dulu berkaitan dengan para hombreng) pupus! Lihat lebih dekat, bukankah Beckham adalah lelaki tulen? Dia seorang suami dan ayah yang kalo kata Mas Salim dalam ukuran budayanya tergolong ‘baik’ dan ‘bertanggungjawab’. Ga kemayu, pemain sepakbola tersohor gitu! Permainan yang kata Mas Salim lekat dengan maskulinitas. Dan ia model profesionalisme kerja. Gol-gol cantik di lapangan, dan daya pikatnya yang luar biasa sehingga MU dan Real Madrid pernah merasakan manisnya menjadi klub terkaya sejagad raya.

Sip lah! Sungguh berhasil! Metroseksual = maskulin, profesional.

Woy woy, yang ini lain. Yang ini beda! Ada lelaki yang satu ini, pasti dicari-cari. Para lelaki yang akan melungsurkan keberjayaannya para lelaki pesolek itu! [adeu bo! Ini dia nih –suara hati metrohater-]. Yang ini mereka katanya disebut lelaki uberseksual. Apalah pula ni? Intinya, mereka adalah para lelaki yang ga menonjolkan diri dengan penampilan fisik, tapi dengan aspek positif maskulinitas (pake bahasanya Mas Salim). Yaitu kepercayaan diri, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap orang lain dalam kehidupannya, serta sangat menjunjung tinggi nilai dan prinsip hidup. Ajegile… tampak kerenkali mereka ni? Katanya mereka lebih memilih untuk memperkaya ilmu dan wawasannya disela-sela waktu kosong. Is is is… budak baik pula macam ni.

Ga tanggung-tanggung, Mas Salim ngasi contoh calon presiden Amerika, Barrack Hussein Obama dan Bono U2 sebagai tokoh uberseksual. Bono yang menghabiskan waktunya untuk kegiatan memerangi kemiskinan dan kelaparan di Afrika, disela-sela padat jadwal manggung U2. Dan Obama yang pahlawan anti-perang Irak (walaupun akhir2 ini aku jadi benci banget ama kelakuan Obama). Ah, aktifitas mereka katanya membuat mereka setidaknya beberapa kali masuk daftar nominasi penerima Nobel Perdamaian.

Hey hey, jangan salah! Bukan berarti mereka tidak menarik secara penampilan, justru penampilannya sangat menawan. Mereka sangat menarik dan uniknya mereka semua alami (Bahasa Mas Salim banget). Baju apapun cocok saja, selalu tampak elegan di tubuh mereka. Jika berbicara, semua ingin mendengarnya, dan jika dia semua menunggu komentarnya. Begitu Mas Salim kata. Ah ah, mereka benar-benar meletakkan harga dirinya bukan pada penampilan mereka, tetapi di otak cerdas mereka, di ide-ide cemerlang mereka, di kepedulian mereka.

Sungguh tega nian Mas Salim mengatakan, lelaki metroseksual hanyalah gelas kosong yang dipoles, sedang dia menyanjung lelaki uberseksual sebagai gelas yang penuh berisi minuman manis. Maka, katanya, lelaki metroseksual selalu mencoba menarik perhatian para wanita, sedang lelaki uberseksual sangat menghormati wanita.

Tapi kawan, ternyata, hebatnya pria uberseksual itu bukanlah superstar dalam tulisan ini. Karena superstar kita adalah “Para Pemuda Kahfi”. Ok, pria uberseksual hebat dengan pemikirannya, dengan kepeduliannya, tapi untuk siapa? Jika bukan untuk-Nya, sungguh sia-sia dan sangat mudah untuk tergelincir. Peduli pada yahudi hina? Ah sungguh, hanya satu yang tidak mereka miliki, karakter yang dibesarkan dibawah payung-payung Islam. Itu saja. Jika yang satu itu terpenuhi, maka… “Dimana dicari pemuda Kahfi… terasing demi kebenaran hakiki..”

“Kami ceritakan kisah mereka kepadamu dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk”

QS. Al Kahfi : 13

__________________________________________________

Ah, aina antum ya ashabul kahfi?

Entry filed under: tulisan standar. Tags: .

Bintang Timur XXI

3 Komentar Add your own

  • 1. nursatwika  |  Oktober 18, 2008 pukul 7:15 pm

    hmm…wah, Rasulullah SAW itu pasti ganteng banget ya. Kalau aku berada pada zaman itu, pasti jatuh cinta, Pi…hehe…

    Seandainya, pria-pria yang penuh warna dan gaya itu meniru Beliau…sempurna kali hidup ini, ya….=)

    Balas
  • 2. akuorangbiasa  |  Desember 18, 2008 pukul 11:57 pm

    wah bener yaa lirik lagu itu,,
    “Dimana dicari pemuda Kahfi… terasing demi kebenaran hakiki..”
    hmmm jadi terngiang-ngiang nih t’pipi.

    Balas
  • 3. bina badan  |  Maret 9, 2010 pukul 9:22 pm

    Jom Dapatkan Panduan Bina Otot Badan Untuk Lelaki Disini….Agar Anda Kelihatan Lebih Kacak Dan Macho….
    Jangan Segan2..Milikilah Badan Impian Anda Sekarang…..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

  • 77,335 orang nih

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku


%d blogger menyukai ini: