Ayah!

September 21, 2008 at 2:49 am 8 komentar

Waktu memang tak akrab

denganku dan ayah

tapi di dalam buku gambarku

tak pernah ada duka atau badai

hanya sederet sketsa

tentang aku, ayah dan tawa

yang selalu bersama

-Abdurahman Faiz-

Ah! Aku, ayah, dan tawa

hingga saatnya tiba!

Kadang, aku jengah pada waktu

Bukan karena tak mengijinkanku

Tapi ia tak berkata-kata

Entry filed under: ceritacerita. Tags: .

so long Tulup Jonggrang

8 Komentar Add your own

  • 1. dian  |  September 21, 2008 pukul 4:18 am

    biarkan waktu itu yang kelak berbicara
    seperti bulan yang benderang di malam hari karena sang bagaskara…

    Balas
  • 2. annitldari5bdg  |  September 21, 2008 pukul 2:43 pm

    Sabar pi..
    Udah baca Muara Kasih karyanya Asma Nadia?

    Balas
  • 3. 37degree  |  September 21, 2008 pukul 3:03 pm

    @ anni
    aku sabotase punya ajeng:
    belom anni, mau baca dong,,,

    Balas
  • 4. miftajah  |  September 21, 2008 pukul 11:39 pm

    abis baca cerita tentang ayahnya kk sandi (TK 05, linknya ada noh kalo mau liat), aku cuma punya 2 penilaian buat ceritanya kk sandi:
    1. GILA!
    2. Ekstrovert abis euy
    eniwey, kalo udah jadi bapak2, udah punya pelajaran berharga lah…

    (mode self talking on : alhamdulillah ya Allah, bapakku selalu baik padaku)

    Balas
  • 5. annitldari5bdg  |  September 22, 2008 pukul 10:00 am

    @ pipi
    Ntar, bukunya dicari dulu.. Aku bacanya waktu SMP ato amal SMA gt. Bercerita ttp pencarian orang tua oleh seorang anak Indonesia yg diadopsi oleh keluarga non Muslim di Australia. Setelah mendapatkan cahaya islam di daerah yg ‘gersang’ di Australia sana, si tokoh jadi berpikir utk mencari ke2 orang tuanya di Indonesia. Pencarian yg panjang dan melelahkan. Juga kondisi yg mengenaskan saat berhasil menemukan apa yg dicarinya. Sampai akhirnya si tokoh sadar, bahwa apa yg telah Allah takdirkan untuknya adalah yg terbaik, di mana si tokoh dapat menemukan cahaya islam di sana.

    Balas
  • 6. radit  |  September 22, 2008 pukul 4:07 pm

    empat kata-kata bijak dariku,
    awak kena bersabar siki’la…

    Balas
  • 7. MiftahnyaPIPI  |  September 22, 2008 pukul 9:41 pm

    @ semua yg komen di atas
    aduww..jgn pada lebai gitu napa
    I’m fine guys.. Ga usah pada khawatir belebai gt dong..[ngerasa dikhawatirin pi? hehe..]
    aku mah baik2 aja..serius.. Itu mah cuma lg energi berlebih aja, jd smangat bgt..
    Aku malah seneng banget punya kehidupan yg menggigit.. Seru!
    Doain aku y teman..
    Yuk ah, watawashshaubilhaqqi watawashshaubishabr..
    Tatkraft!

    Balas
  • 8. annitldari5bdg  |  September 23, 2008 pukul 5:47 pm

    @ pipi
    Okeh! Nyantai. Pembicaraan sdh kita habiskan di telpon kan ya ^_~

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

  • 77,352 orang nih

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku


%d blogger menyukai ini: