Yang Muda Yang Bergairah

Agustus 5, 2008 at 12:03 pm 5 komentar

Dengan nada : Biarlah by NIDJI

Biarlah… kau pilih

Nomor dua…

Yang selalu TRENDI

Berikanlah TRENDI

Kekuatan

Tuk jadi pemimpin

Kau pilih, yang TRENDI

Kau pasti ikut TRENDI

Kau pilih, yang TRENDI

Kau pasti jadi TRENDI

Nada : Jadikan aku yang kedua ny ASTRID

Pilihlah TRENDI nomor dua

Kan ku buat kau bahagia

Stop-stop. Ntar ga mulai-mulai nulisnya

Cuplikan gubahan lagu di atas dinyanyikan oleh pasangan TRENDI saat kampanye akbar. Kebayang ga kalo Pak Taufik yang pendiam dan garing itu bisa nyanyi? (Bisa bikin album dong, kayak mantan Gubernur JATIM Basofi Sudirman). Kalo anak SITH liat, bisa terbengong-bengong kayak si aku yang nge-syut ama Nisa. Langsung nganga? Hwaa.. Si babeh nyanyi… sudah-sudah, Bukan mau ngomongin album lagu dari calon pasangan eksekutif D 1 ini. Sekarang mau cerita tentang trend kepemimpinan muda nih ceritanya (dengan bumbu-bumbu dokumentasi acara kampanye akbar kemaren).

4 Agustus 2008 lalu, pasangan TRENDI mengadakan kampanye akbar di Gasibu dengan juru kampanye Kang Haru Suandaru Ketua DPD PKS Kota Bandung (Si Pipi sok akrab pisan, manggilnya Kang. Eits, beliau asisten praktikumku kok, hehehe. Kebiasaan deh jadinya), Ketua Dewan Syuro PKS Ust. Hilmi Aminudin, Ketua Partai-partai Pendukung, Presiden PKS Ust. Tifatul Sembiring, Sekjend PKS Ust Anis Matta, dan ternyata Mantan WAKAPOLRI dan Mantan CaGub DKI Jakarta Adang Daradjatun juga tampil sebagai orator. Dimeriahkan juga oleh Munsyid-munsyid Haroki seperti Izzatul Islam dari Jakarta dan Shoutul Harokah dari Bandung (yang ini kayanya kudu ada), Komunitas Penyanyi Jalanan, Seniman Calung, Qasidah dari Ibu-ibu Majelis Ta’lim, Barongsai, Badut-badut, yang pengen eksis:Trendi-Man, dan karena tagline yang diusung adalah Kepemimpinan Muda dan Kreatifitas, ada juga Rapper muda Ebiet Beat A yang juga Panglimanya Relawan Biru.

Kepemimpinan Muda. Bang Fadjroel dalam Cover Story-nya TVOne sempet bilang kalo bangsa ini memang butuh pemimpin-pemimpin muda. Seperti dalam Sejarah bahwa Saat terpilih menjadi Presiden, usia Soekarno dan Soeharto saat itu masih sangat muda. Dan kini, Pemimpin baru itulah yang dibutuhkan. Pak Tif juga menyatakan dalam orasinya bahwa PKS untuk Pemilu 2009 juga akan menonjolkan pemimpin-pemimpin BALITA. Bawah Lima Puluh Tahun. Pernyataan ini yang kemudian menyulut kontroversi dan ‘protes’ Bu Mega yang notabene berusia 61 tahun. AH, emang dasar Pak Tif, saat orasi, beliau sempat saja ber-MEGA PANTUN. Katanya,

Teman-teman wartawan jangan dibalik jadi PANTUN MEGA ya, beliau berpesan. (berpesan?)

Anak balita bertopi merah

Topi terbuat dari katun

Daripada ibu jadi pemarah

Lebih baik kita berbalas pantun

Cari pemimpin mesti telaten

Sambangi rakyat tak berbaju

Kalo ibu nak jadi presiden

Monggo kerso silahkan maju

Buat apa pergi ke seberang

Airnya susut banyak bebatu

Buat apa melarang orang

Sudah terbayang kursi RI 1

Parah betul bapak ni emang

Dan selain berpantun, peserta kampanye juga diajak yel-yel seru! Salahsatunya yang paling asik,

Nomor dua!

Hade Pisan

Nomor dua!

Hade Pisan

Nomor dua!

Hade Pisan

Ada yang nongol noh dari gedung sate, kata Pak Tif

Penulis said: kayanya buat jadi pemimpin bukan Cuma butuh muda dan kreatif, tapi juga KOCAK!

——————————BERSAMBUNG

Entry filed under: tulisan standar. Tags: , .

Birokrasi Penangguhan Kemenangan

5 Komentar Add your own

  • 1. radit  |  Agustus 5, 2008 pukul 9:50 pm

    “Penulis said: kayanya buat jadi pemimpin bukan Cuma butuh muda dan kreatif, tapi juga KOCAK!”
    Hmmm,jadi teringat sebuah film. Judulunya Man of The Year yang maen Robbin Williams. Diceritakan bagaimana panggung politik bisa disulap menjadi panggung komedi saat dia mencalonkan diri sebagai presiden AS…
    Okelah,semoga Trendi diberikan kemenangan oleh-Nya!
    Semangat kawan!

    Balas
  • 2. Nisa  |  Agustus 13, 2008 pukul 3:43 pm

    sayang ya…
    belum rejekinya bandung dapet pemimpin se-“Trendi” ini…
    tapi yakin lah kalau pak taufik sama ust abu..walau ga menang tetap berkontribusi..
    wong sudah terbukti…🙂 keep fight…

    Balas
  • 3. 37degree  |  Agustus 14, 2008 pukul 2:46 pm

    tak kan lari gunung dikejar
    tak sia-sia namanya juga belajar

    ada asap ada api
    2009 nanti ada lagi

    semangka !

    Balas
  • 4. yandhie  |  September 11, 2008 pukul 11:09 pm

    jadi ingat kata-kata Mahatir Muhammad pi, “Bila saya melakukan seperti apa yang diharapkan oleh orang lain, maka saya adalah pengikut. Tetapi apabila saya melakukan apa yang diharapkan orang kepada saya dengan gaya saya sendiri, maka saya adalah seorang pemimpin.”

    Persisnya lupa, tapi intinya seorang pemimpin mesti memiliki gaya kepemimpinan sendiri, tidak ngikut-ngikut orang lain, seperti pasangan Trendi😉

    Balas
  • 5. miftajah  |  September 12, 2008 pukul 2:01 am

    @ yandhie
    waduh yan..gile bener tu mahatir muhammad!
    Kalo aja dia tau kalo dkampus itb (pernah) ada pemimpin yg ngikut maunya pasar… Si bapak pasti lgsg nuding dia, “kau hanya pengikut!”

    @ semua
    bener kata uni aku teman, kemenangan itu akan nampak jika keburukan telah tampak dengan jelas! Liat aja, sekarang baru ribut2 soal baksil.. Pdhl beberapa bulan yg lalu oknum dada udh menyatakan visi misinya d albar kita

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

  • 77,352 orang nih

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku


%d blogger menyukai ini: