Raja!

Juli 27, 2008 at 8:26 pm 2 komentar

Raja yang ini, apa ya… yang pasti bukan grup band ga jelas yang ngajakin orang mati bunuh diri karena patah hati. Raja yang ini bukan juga pembuat Candi Borobudur atau Prambanan, bukan juga penitah Taj Mahal. Raja yang ini unik…

Raja Hutan

Kalo dibuat nominasi, menurut kamu siapa yang paling berhak menjadi Raja Hutan? Kalo dibikin kuis kayak Famili100, rating tertinggi pasti Singa. Hmmm… kalau awak ni jadi masyarakat hutan yang ingin hidup seimbang antara ekosistem, kelangsungan kehidupan populasi dan spesies, dan kesejahteraan biosfer, ga mau ah awak punya raja kayak singa. Awak mau gajah aja yang jadi raja.

1. Karena gajah punya sifat mengayomi dan melindungi

2. Gajah ternyata punya sifat ke’bapak’an juga ya, suka becandain anak saudara karibnya, badak

3. Hewan karnivor gada yang bisa makan gajah, bahkan singa pun tunduk sama gajah

4. Bisa dibilang cukup tegas walaupun agak lemot

Tak jelasin satu-satu ya…

1. Karena gajah punya sifat mengayomi dan melindungi

Gajah suka kalo badannya yang tinggi itu dimanfaatkan oleh badak-badak buat berteduh. Kalo disuatu padang savana ada beberapa koloni hewan berkumpul, gajah bakal berperan sebagai ‘security’ atau first alarm kalo ada bahaya predator buat populasi hewan lain semisal zebra, kancil, atau rusa. Gajah bakal ngasih petanda dan ngusir predator kayak singa, macan, dan sekawanannya kalo udah mengintai populasi herbivor incarannya.

2. Gajah ternyata punya sifat ke’bapak’an juga ya, suka becandain anak saudara karibnya, badak

Gajah suka ngejailin anak badak, suka dibelai-belai gitu kepala anaknya badak… didorong2 sampe si anak badaknya bete, trus mengeluarkan suara2 tertindas. Jadilah si ibu badak marah sama si Gajah dan mendorong-dorong Gajah pake kepala dan culanya… Tadinya Gajah Cuma menghindar2 aja, tapi lama-lama dia marah (nah loh!). Jadilah si keluarga badak dikejar-kejar sama Gajah setelah dia berhasil mencerabut pohon dan ranting kering buat ngegebuk keluarga badak. Ghyaaaa…. Kabuuuuurrrr. Tapi abis itu baikan lagi… jailin anak badak lagi… ngamuk2 lagi.. dasar gajah!

3. Hewan karnivor gada yang bisa makan gajah, bahkan singa pun tunduk sama gajah

Selain karena kegedean, gajah juga daging dan kulitnya alot. Ga bisa ditembus sama taring hewan karnivor manapun. Keras bo! Daripada boros energi, walaupun dagingnya banyak, mending makan hewan lain aja. Lagian, nangkep gajah juga susah. Badannya tinggi besar (tapi bukan baby huey, jadi inget baby huey kampus, hehehhe). Bukannya nangkep malah keinjek lagi. Dan singa lari tunggang langgang kalo dikejar gajah, hahahahha… mana aja, eh, mana ada rada hutan, eh, raja hutan kabur… hahahahhha

4. Bisa dibilang cukup tegas walaupun agak lemot

Tegas, kalo udah ngerasa dilecehkan oleh si badak, dia suka ngamuk2 sampe badak ga nyeruduk2 lagi. Tapi, Ini dia kekurangannya. Lemot dan kurang cerdik. Mungkin karena Allah memang menakdirkan Gajah sebagai herbivor dengan makanan yang amotil, jadi gajah kurang kreatif dalam mengalahkan kompetitornya. Contohnya waktu upaya perlindungan makanan. Baru tau ternyata gajah dan badak juga bisa makan hewan, tapi spesialis bangkai. Bukan berburu kayak singa cheetah atau macan.

Ceritanya, gajah dan badak bersatu buat mempertahankan bangkai. Badak udah bikin barikade mengelilingi makanan, dan gajah mengamankan dua ekor Singa kembar. Ketika itu, singa berhasil merebut makanan dan membawanya lari. Gajah yang Cuma seekor ini berlari mengejar singa, dan akhirnya singa itu melepaskan makanannya. Tapi kayanya gajah keasyikan ngejar dan ga sadar kalo makanannya udah dilepas. Nah, makin jauh si gajah mengejar, singa yang satunya lagi ngambil makanan itu sampe akhirnya dua ekor singa itu ketemuan lagi di suatu tempat dimana si gajah udah ga bisa ngejar. Strategi mereka ternyata. Satu singa menjadikan dirinya umpan untuk dikejar, dan yang satu lagi merebut makanan kembali. Dasar badak, tak bisa apa-apa lah dia. Gajahnya juga karena sendirian jadi ga bisa ngejar pelari tergesit dipadang savana itu. Ya sudah lah… ga makan malam deh…

Tau gak kenapa aku tak suka singa yang jadi raja hutan?

BERANINYA KEROYOKAN SIH!!! SERAKAH PULA!

Strategi mungkin, tapi kecerdasan singa emang patut diacungi jempol. Tentang keroyokan, ceritanya, ada macan tutul remaja yang dia baru aja mendapatkan hewan buruan pertamanya. Monyet hutan di atas pohon. Macan tutul itu ga sengaja ngejatohin bangkai monyet itu karena dia ketahuan ama gajah klo dia lagi nangkring diatas pohon. Gajah kan menilai keberadaan macan itu membahayakan, jadi dia mengancam si macan sampe akhirnya dia ga sengaja ngejatohin bangkai monyet. Pas gajahnya pergi, ceritanya si macan tutul itu mau ngambil bangkai itu lagi, tapi ternyata eh ternyata, di bawah segerombolan singa udah mengepung area pohon itu. Karena masih kecil, akhirnya macan ngalah dan naik lagi ke atas pohon, dengan muka melas dan pundung serta kelaparan dan madesu gitu. Kasian lah pokonya.

Kalo cerita tentang keserakahan singa, adalah lanjutan dari hasil perebutan makanan yang dilakukan oleh singa kembar di poin 4 diatas. Ceritanya dua ekor singa kembar itu akhirnya bisa menikmati hasil perebutannya dari gajah dan badak. Alih-alih mau makan, ternyata beberapa ekor singa dewasa lainnya menghampiri dan mengambil alih prosesi santap malam itu, beramai-ramai sampe akhirnya dua ekor singa kembar itu ga bisa menyantap buruannya itu karena ga kebagian tempat.

Tau ga sih, waktu ngeliat yang ini, aku ngerasa kok pimpinan bangsa ini mirip banget sama singa-singa itu ya? Saling memperebutkan makanan yang diperoleh dengan segala cara bahkan walau harus merebut makanan itu dari rakyatnya sendiri (dalam cerita, rakyatnya adalah gajah dan badak). Trus, setelah makanannya dapet, mereka keroyokan makan makanan yang bukan haknya itu.

Ah, semoga akhirnya bangsa ini menemukan pemimpinnya. Yang seperti Umar bin Abdul Aziz, yang seperti Ali, yang seperti Umar bin Khattab, yang seperti Abu Bakar, dan yang seperti Rasulullah saw. Dan semoga yang paling dekat, yang HADE dan TRENDI, hehehehe… ngiklan lagi! Bisa kayak para khaulafaurrasyidin juga…

“Jadi pengen cerita dikit tentang HADE. Aku diceritain seorang temen ikhwan yang disatu kesempatan berkunjung ke Kegubernuran. Pulang dari sana dia mendapatkan nasi kotak. Dasar mahasiswa, sapa yang ga mau gratongan? Apalagi dari kegubernuran. Pasti mewah dung, masa mewah deng. Dengan senyum cerah, dia buka nasi kotak itu. Ayam goreng porsi besar dan lalapan khas Sunda sudah ia bayangkan akan memenuhi perutnya malam itu. Pas dibuka, eh… ternyata Cuma nasi goreng. Ternyata, makan malam pemimpinnya itu Cuma nasi goreng”

“Jadi pengen cerita juga, komentarnya Rieke Dyah Pitaloka waktu di Good Morning. Ceritanya tim GM lagi ngeliput acara sidang SKB 5 Menteri terkait jam operasional kerja perusahaan swasta yang jadi 1 minggu. Kan, alasannya untuk menghemat pemakaian BBM di hari kerja, makanya perusahaan swasta disuruh operasi di sabtu-minggu. Alih-alih penghematan biaya untuk BBM, ternyata kata mbak Rieke, bapak2 disana minum dengan air mineral wah. ‘Mau komentar Fer, tapi ga usah ah ga jadi’, kata mbak Rieke ke partnenya Bang Ferdy Hasan. ‘ye, ko ga jadi. Kasi tau dong’. Setelah didesak Bang Ferdy, akhirnya mbak Rieke bilang, ‘katanya mau menghemat biaya operasional kan?, tau ga harga air mineral di sidang itu berapa untuk 600ml?’, tanya mbak Rieke. ‘Standar kan? Paling 4000’, jawab bang Ferdy. ‘dua puluh ribu’, kata mbak Rieke”. Wah..wah..

–terinspirasi dari documentary story-nya TVOne dan Good Morningnya TransTV

Entry filed under: tulisan standar. Tags: , .

Ehemm… Ana juga kader Cerita teman SMP

2 Komentar Add your own

  • 1. gantina  |  Juli 28, 2008 pukul 2:34 pm

    aku g setuju sama yang poin 3, ada contoh penyangkalnya ko.. pernah nonton soalnya, mungkin singanya terlalu lapar, hahaha

    Balas
  • 2. ardee  |  Juli 31, 2008 pukul 12:18 am

    Hahaha… artikel yang panjang, ngalor-ngidul tapi cukup menghibur… inspiring juga walau rada gak jelas

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

  • 77,352 orang nih

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku


%d blogger menyukai ini: