nano-nano

Juli 24, 2008 at 7:20 pm 7 komentar

25 Juli 2008 @ Lab PAU lt6 menjelang maghrib

Hmm…. tadinya niat nglabing, jadi hati riang gembira gitu berangkat ke kampus. Ternyata eh ternyata,,,

1. tangan jadi kapalan gara2 ngebersihin dan motong2 temulawak pake pisau yang ketajamannya perlu dipertanyakan, tapi cukup membuat tanganku luka selain si tangan bisa berlayar (kapalan maksudnya)

2. sekujur tangan jadi kuning kaya mbok jamu, tapi wangiiiii………… wangi temulawak. I like this smell,,, hmmm….

3. beberapa tabung reaksiku kembali juga akhirnya, setelah sempet dipinjem temen gara2 si empunya males nglabing (dan sekarang insap mau nglabing lagi)

4. blender yang dipinjem dari cyppha tiba-tiba berasap gara-gara ga kuat muter. GAWAT!!!!

5. gagal bikin ekstrak karena kasian ngeliat kondisi si blendy –hiks2,, T_T

 

daripada sedih, lebih baik kita shalat maghrib dulu sahaja…

———————————————-to be continued

 

shalat maghribnya sudah…

jadi inget, tadi sebenernya mau cerita tentang konyol # part 2. gara-gara gagal ngekstrak, lupa dah jadinya… yasud, sekarang deh cerita

 

cerita pertama : Sunda Vs Palembang

buat orang-orang yang bersuku (berkaki?) sunda dan palembang, mohon maaf sebelumnya…

Alkisah, di pagi hari di depan gerbang sekolah SMA, seorang kawan di kelas satu dicegat oleh dua orang yang berdasarkan tuturan cerita temen saya itu, dua orang itu bersuku sunda.

diapain lu ton?”, wajah-wajah disekeliling sahabat kaib saya itu antusias

di palak gua!“, jawabnya dengan aksen palembang kental. Oia, belom diceritain.. temen saya yang sebut saja namanya Antoni, adalah asli bocah Palembang yang baru menginjakkan kaki di Serang karena jiwa petualangannya yang besar untuk bersekolah SMA di Kota indah ini (Indah?).

trus..trus…”, tampaknya antoni berhasil membuat teman-temannya penasaran dengan cerita paginya harii ini

orang itu nyegat saya, tapi aneh.. dia ga nodong atau nggertak“. Si Aku sempet kepikiran, masa si tukang palak ga nggertak, apa karena gertakannya orang sunda ini kurang yahud dibanding cara ngomongnya (cara ngomong lho, bukan gertakan) orang palembang yang terkenal galak?

trus?”

dia bilang, ‘maneh, cicis maneh’. trus saya buka-buka tas

dipalak berapa ton?”

saya kasih kertas

what?”

iya, eh.. orang itu malah melotot-melotot. ‘belegug, cicis maneh!’ katanya

trus, gimana ton?”

saya kasih pulpen sama tipe-ex kan, dia malah tambah melotot. ‘belegug pisan maneh. cicis, lain potlot!’

yaiyalah ton, dia minta duit lu kasih kertas

ya mana saya ngerti. saya kira dia mau nulis surat ijin

trus, akhirnya gimana?

pergi aja orang itu

hahaha… desperado. Gagal malak gara-gara beda dunia. hahhaha

 

Cerita kedua : Tarik-tarikan

masih bergenre Sundanese… yang ini bercerita tentang seorang pencopet yang gagal beraksi gara-gara ketauan sama seorang penumpang yang galak pulak!

Alkisah, di sebuah angkot berpenumpang kesemuanya wanita, naiklah dua orang pria bersetelan standarnya seorang pria (naon deui???). Kemudian, beberapa menit kemudian, si pria yang sebut saja bernama Aldo sakit keram dan pura-pura terjatuh saat mobil masih melaju. Kemudian tangannya menggapai-gapai tepi jendela (buat bangun ceritanya, tapi kenyataannya dia menggapai-gapai tas ibu-ibu disebelahnya).

Temen saya, sebut saja namanya Kudil (akhwat), merasakan ada yang tidak beres dengan dua pria ini. Dengan sigap ia menarik tas ibu itu dan tarik-tarikan dengan si copet Aldo. saking kerasnya tarik-tarikan itu, si copet Aldo terjungkal dan tas ibu itu diamankan oleh Kudil.

Ini bu tasnya, dijagain. Orang ini copet!”

Enak aja nuduh. jangan nuduh sembarangan ya! ada orang jatoh bukannya ditolongin malah nuduh copet

Alaaahhhh… ngaku wae maneh tah copet! pura-pura lagi! Sana turun!!! dasar copet! Sana turun, geus kanyahoan maneh!!”

akhirnya si Aldo itu turun dari angkot dengan tergesa-gesa dengan wajah kesal.

kok, udah sembuh neng? katanya keram?”

bohong bu, dia copet!“, Kudli menjawab ibu tadi

heh! maneh, naha masih didieu!! Turun sana!!! geus kanyahoan oge! Turun sana, rencangna geus kanyahoan!!!”

akhirnya keduanya turun dengan kayanya dagdigdugdor deh,, untung seangkot cewe semua. kalo ada bapak2 udah bonyok digebugin kali…

Payah nih,,, copet2nya ga profe…

——————————-

eh, btw,, di cerita pertama tukang palaknya 2 orang, cerita kedua juga tukang copetnya2 orang. Hmm… kok angka 2 jelek amat si disini??

Tapi… 2 yang ini TRENDI punya!

2 yang ini OK dah!!

Jangan lupa, 10 Agust 2008, No. 2 ya….

Entry filed under: tulisan standar. Tags: .

Dodol Ehemm… Ana juga kader

7 Komentar Add your own

  • 1. fitrasani  |  Juli 24, 2008 pukul 7:31 pm

    hahaha kocak2,,, btw artiin donk bahasanya…
    aq gk ngerti…
    tetep yah pi… pilih 2… hihihi…

    Balas
  • 2. isfiya  |  Juli 25, 2008 pukul 3:09 pm

    Mbak suka bikin jamu ya…
    Hmmm enak…. jadi pengen bikin
    http://www.isfiya.wordpress.com

    Balas
  • 3. armyalghifari  |  Juli 26, 2008 pukul 6:15 am

    he…
    berurusan dengan orang palembang ati-ati ya…

    diriku masih punya galur murni, meskipun logat sudah ngga ada blaz..😀

    Balas
  • 4. rani!  |  Juli 27, 2008 pukul 12:58 pm

    :))

    *loh baru sadar…link blogku udh ada disini, makasih pi😀

    Balas
  • 5. deri  |  Juli 29, 2008 pukul 12:27 pm

    masa dua disandingkan dengan pencopet???

    tak komen trus ah

    Balas
  • 6. arinkusayang  |  Juli 29, 2008 pukul 12:55 pm

    hahaha…bisa aja nyambunginnya ke tim sukses walikota. btw, jadi tim sukses nya ya buuu?? :p
    pe-ka-se pisan sihhh si ibu satu ini.. iya dah, pak taufikurahman ama abu syauqi.. dipilih yeee…nyookk, pada pilih nomer 2 rame2..😀

    btw, saya juga galur murni palembang euy..

    Balas
  • 7. ardee  |  Juli 31, 2008 pukul 12:28 am

    Yang penting itu pesan terakhirnya tho…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

  • 77,352 orang nih

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku


%d blogger menyukai ini: