Ukhuwah #part 3 –finished

Juli 21, 2008 at 3:57 pm 6 komentar

“Asw.cg,td aku ktmu sama teteh mentor *** aku,yg duluny akhwt bgt jilbabny ky si umi(bukan nama sebenarnya)..td liat blw kerudungny pun g nutup dada lg..iya,jlbab bkn parameter utama,tp bs jd parameter pertama..aku takut cegi,g menutup kmgkinan kan? Cegi, klo aku udh aneh2,tolong diingetin y..dbdg,aku cuma punya satu harta,kalian.. “

sent to cegi

message received from cegi : 09.58.11 pm, 11/07/2008

“iya pi. walaopun qt ky gn, smg qt msh ttp bs mjaga diri dan istiqomah. ayo pipi! Fastaqim! =D. qt slg mengingatkan ya, pi. uhibbukifillah.. =D”

sungguh kata ukhuwah itu begitu abstrak, tapi aku merasakannya…

Djangko; 09.39.56 pm, 16/07/2008

“Asw.teman2,qt saling m’ingatkan ya kalo interaksi qt ma ikhwan2 terlalu berlebihan. oiya, —sensor—“

Mungkin, ukhuwah itu menyelamatkan. Menyelamatkan saudara kita dari jilatan api neraka.

Aku tau sekarang, ternyata.. ukhuwah itu BUAH CINTA!

seperti Ustadz Anis Matta menuliskan dalam “Serial Cinta”-nya,

Cinta tanpa definisi. Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat!


For Ukhtifillah wa akhifillah, thanks for being the best part of my mozaic… ana uhibbukumfillah…

Entry filed under: tulisan standar. Tags: , .

g pke judul Konyol # part 1

6 Komentar Add your own

  • 1. fitrasani  |  Juli 22, 2008 pukul 8:08 am

    hehehehe sy juga diingatkan yah bu😀
    btw, udah finished nih cerita ukhuwahnya,, hehehe

    Balas
  • 2. miftajah  |  Juli 22, 2008 pukul 3:05 pm

    @ fitra
    cerita ukhuwahnya ga akan berakhir,, tapi pencarian definisi itu yang berakhir.. (kalo menemukan definisi baru bakalan aku update di postingan yang ini)

    Balas
  • 3. M Shodiq Mustika  |  Juli 27, 2008 pukul 8:11 pm

    Ya, ukhuwah itu buah cinta dari/kepada sesama muslim. Contohnya:
    http://muslimmoderat.wordpress.com/bukti-ukhuwah/

    Balas
  • 4. Wafiq  |  Agustus 2, 2008 pukul 9:34 pm

    Kita memang harus mempererat ukhuwah kita dengan dasar cinta dan taqwa kepada Allah. Tapi, apa benar cinta (pacaran) dilarang dalam Islama

    Balas
  • 5. miftajah  |  Agustus 4, 2008 pukul 9:49 am

    @ M. Shodiq dan Wafiq
    hadooohhhh……… komennya kok berujung ngiklan tho????? ga asyik nih…

    Balas
  • 6. miftajah  |  Agustus 4, 2008 pukul 9:59 am

    @ wafiq
    cinta itu urusan hati bukan?
    urusan hati cuma kita dan allah saja yang tau.
    cinta, selaiknya jangan ternoda oleh dunia apalagi nafs. karena Ia telah menceritakan cinta dari setiap tarikan nafas dan kehidupan kita.
    karena, sang pencinta Rasul tercinta saw pun menyatakan bahwa “Tidak beriman seorang Muslim sebelum ia mencintai saudaranya seiman”, baik laki-laki ataupun perempuan. Wallahua’lam

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

  • 77,352 orang nih

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku


%d blogger menyukai ini: