Antara Mekkah dan Paris

Mei 28, 2008 at 9:34 pm 1 komentar

Maka bergemuruhlah Mekkah dan Madinah

oleh lantunan takbir dan talbiyah,

ketika sunyi membungkam Roma dan Konstantinopel

dalam dogma kekakuan.

Maka hangatlah diskusi-diskusi di Bashrah dan Kuffah,

saat Genoa dan Venesia dihantui inkuisisi.

Maka bersinarlah perpustakaan Kairo,

ketika para dukun komat-kamit di kegelapan Lisabon.

Maka gemerlaplah Baghdad oleh lantunan ayat di semerbak malam,

ketika Paris gulita sejak senja dalam takhayul dan mitos.

Maka gemericiklah air mancur Damaskus dalam kesucian Thaharah,

ketika para ‘bangsawan’ di London

menganggap mandi adalah aktifitas berbahaya.

Maka berdengunglah ayat-ayat Allah menjelang buka puasa

dengan sajian kurma, yoghurt, serta buah segar

di balkon-balkon pualam Cordoba dan Granada,

saat Kathedral di Wina dan Bern menutup makan malam

dengan pudding darah babi.

–daribukuSAKSIKANBAHWAAKUSEORANGMUSLIMnyasalimAfillah–

Tapi…

kenapa kebanyakan orang (Islam) lebih cinta Roma dengan Pisanya?

kenapa kebanyakan orang (Islam) lebih bersukaria di Venesia dengan jamuan keromantisannya?

kenapa kebanyakan orang (Islam) lebih tertambat hatinya pada mahakarya azulejo milik Lisabon?

kenapa kebanyakan orang (Islam) lebih excited dengan glamour dan angkuhnya Paris dengan Eiffelnya?

Entry filed under: tulisan standar. Tags: , .

Ukhuwah? Don’t Give Up, teman..

1 Komentar Add your own

  • 1. radit(bukan radith)  |  Mei 29, 2008 pukul 1:39 am

    Ketika prestise dunia mengalahkan akhirat…
    Begitulah jadinya…
    Mahakarya dunia menjadi sesuatu yang patut dikunjungi dan dielu-elukan…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

  • 77,352 orang nih

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku


%d blogger menyukai ini: