MABRUR! : MABIT bersama AlQur’an

Februari 11, 2008 at 11:06 am 1 komentar

Bismillah…

berawal dari info di milis shohwah ITB 2004:

__________________________________________________________

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Ikhwah fillah, hadirilah…
SEMALAM BERSAMA ALQUR`AN
(MABRUR)
Acara :
·         Muraja’ah Bersama Juz 30 dan 29
·         Taujih bertema “ Bagaimana Menjadi Sahabat Al Quran?” oleh Ust Hanan Attaqi, Lc  ( Lulusan jurusan  tafsir universitas Al Azhar Mesir, Juara III MTQ di Mesir)
·         Mentoring bersama para Ustadz dan Ustadzah
A.      Ikhwan
v  Ustadz Bangun Syahroya (Juara III MTQ Internasional Cabang 10 Juz di Makkah & Juara MTQ Nasional cabang Qiraah)
v  Ustadz Asep (Hafizh 30 Juz, Juara MTQ tingkat provinsi cabang tahfizh)
B.      Akhawat
v  Ustadzah Imas (Juara MTQ cabang Qiraah tingkat Provinsi)
v  Ustadzah Lelawati (Juara MTQ cabang Qiraah tingkat Provinsi)
·         Qiyammullail : Ustadz Bangun Syahroya
·         Kuliah Subuh
WAKTU : SABTU-AHAD, 9-10 FEBRUARI 2008   PUKUL : 19.45-06.00
TEMPAT: MASJID SALMAN ITB
TERBUKA UNTUK UMUM (IKHWAN dan
AKHAWAT)
GRATIS

BE ON TIME, IKHWAH….

Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Dipersembahkan Oleh :
ASHABUL QUR`AN
Komunitas Pecinta Alqur`an
CP : Ikhwan  Abdur  085649273485
       Akhawat Popy  081320694089

__________________________________________________________

Aku, CeGi, dan Yani berazzam untuk mengikuti acara yang LUAR BIASA itu. Dasar, anak sanguinis bertiga, jadilah kita ke MABRUR tanpa persiapan apa-apa. Berbekal niat saja. Hari itu aku cuma bawa pakaian di badan, sama uang jajan 10ribu. Padahal, siangnya baru aja ikut tahsin di MAQDIS, dan jajan di Dark Life-ng (Gelap Nyawang). Untungnya Yani mau bawain jaket dan uang buat jajan makan, makasih YanPol…

Disini, ternyata banyak sekali pencerahan… dimulai qobla-maghrib. Shalat berjamaah, dilanjutkan dengan tilawah masing-masing. Peserta ikhwan diprediksi 100 orang, bahkan lebih. sedangkan peserta akhawat diprediksi 40-an orang. Ga cuma dari ITB, ternyata saudara-saudara kita dari UNPAD dan IPDN juga ikutan. Adzan Isya berkumandang, kita shalat Isya berjamaah. ba’da Isya, ada acara ‘bebas’, kayanya sih orang-orang pada nyari makanan gitu. jam 8-an peserta dikondisikan untuk berkumpul dengan para ustadz dan ustadzah. terbentuklah empat lingkaran besar di ruang utama mesjid Salman itu. Ajaibnya, tiba-tiba teteh ustadzahnya menganggap kami semua berstandar Odah.

“Ya, kita murajaah juz 30 dulu aja ya”

yang lain meng-iya-kan. “teh, belum lancar tapi…”. sang ustadzah dengan baik hati berkata, “gapapa, makanya di murajaah. mulai dari An-Naba’ ya”, yang lain mengangguk dan nurut…

“Hah? ya ampun yanibo… aku mah bukan belum lancar… tapi belum hafal…”, mengkerutlah dua makhluk yang bernama pipi dan cegi. Masuk ke rumah keong masing2.Duh…duh… gimana dong…

Dengan muka melas kita, kami berdua bisa mempengaruhi suasana yang akhirnya kita dibikin kelompok2 kecil. Ada yang beneran murajaah, ada yang belajar tahsin dulu, dan aku ama cegi berbahagia dengan teh Yani mulai hafalan dari awal.

Tapi ternyata, waktu murajaahnya bentar banget, diterusin ba’da  taujih dari ustadz. judul materinya MEDITASI ALQURAN. Ustadz yang bawa materi dan sekaligus penulis buku berjudul sama dengan judul materi kali ini, adalah Ustadz Hanan Attaki, Lc.

Di Taujih ini, kami diberi kertas fotokopi hadist-hadits berkaitan materi Meditasi Quran, yang ternyata GUNDUL. Jadilah kami harus memberi harakat sambil mendengarkan dan belajar materinya. Tapi seneng juga, nostaligia jaman MI dulu. Ada pelajaran ngasih harakat kitab gundul, apa ya namanya lupa. Di tengah atas fotokopi ini ada subjudul, “Mungkinkah kumenjadi sahabatmu, al-Qur’an?!”

Point2 penting yang aku ambil (sebagian, catetan satu laginya ga dibawa) :

1. bertemu dengan ikhwahfillah adalah sebuah kebaikan. hasanah yang memperkuat iman kita, agar iman kita tetap yazid…yazid…yazid…  bukan yazid…yankush…yazid…yankush… biar iman kita tetap stabil… naik…naik…dan terus naik…

2. kita meminjam semua nikmat dari Allah, dan pinjaman itu berbunga. yang bunganya itu kita yang menikmati. Maka, agar pinjaman dari Allah itu berbunga berlipat-lipat, maka kita harus beramal sebanyak-banyaknya. tapi amal itu ternyata bersyarat, NIAT, IKHLAS, dan TAWAKAL.

3. Pada dasarnya, setiap manusia membutuhkan sahabat. Untuk berbagi cerita, kebahagiaan, dan kesedihan. Namun, sahabat kita juga manusia. Sahabat kita juga butuh untuk didengarkan ceritanya, dan dibantu masalahnya. Karena mereka adalah sahabat yang manusiawi. Bukan bermaksud mengatakan sahabat kita bukan sahabat sejati, hanya ingin berkata, bahwa jika kita membutuhkan sahabat sejati yang senantiasa menenangkan kegelisahan kita disetiap saat, tanpa batas ruang, tanpa batas waktu, maka ALQURAN adalah SAHABAT SEJATI itu.

eh, dilanjut ntar aja deh…

mau kuliah dulu

sekarand udah bisa lanjutin tulisan lagi…

dilanjutin ya…

4. Al-Qur’an adalah tali yang menghubungkan kita dengan Allah

Katanya, Al-Quran adalah saudara ALlah. Maka, kalo mau jadi saudaranya Allah, kita harus jadi saudaranya Al-Quran. Dan, kalo di MLM, kita dapet BONUS : Kebanggaan dari ALlah. Allah bakal bangga ama kita kalo kita jadi saudaranya AlQuran.

5. Al-Quran adaah jamuan Allah yang Maha Kaya

ehm… rada lupa-lupa inget, kalo ga salah prolognya cerita tentang kebutuhan kita akan Al-Qur’an. Pernah ga sih kita waktu banyak banget masalah, trus mumet, ga tau mesti ngomong sama siapa, gelisah, dan sebagainya, kita larinya ke Qur’an. Buka halaman Qur’an, sembarangan aja, ga usa diniatin. Biasanya sih, ustadz bilang dia pasti dapat inspirasi dan bawaannya tersenyum. Aku juga sering kayak gitu. Kalo kita pas baca di sembarang halaman trus ga dapet esensinya, berarti kita ga percaya kalo Qur’an itu obat dan air buat dahaga kita. Ketika qt haus akan kasih sayang Allah karena masalah kita numpuk bangetm kenapa kita ga buka Qur’an. Bang Abik aja bikin Novel judulnya Ayat-ayat Cinta karena terinspirasi dari Qur’an. Qur’an mah sagala aya lah… Gedung paling kokoh, udah ada tuh resep konstruksinya di Qur’an. Mumet ama teori evolusi dan penciptaanalam semesta di mata kuliah evolusi? Penciptaan alam semesta,udah tertulis jelas di Qur’an. Teori bercocok tanam dan berkebun, Qur’an punya metodenya. Qur’an itu maha kaya, seperti pencipta-Nya. Keagungan Qur’an itu ga ada habis-habinya deh, kagak ada matinye!. Kenapa? karena Qur’an merupakan kata-kata sang Pencipta yang keagungannya juga ga ada matinye.

6. Al-Qur’an adalah cahaya dan petunjuk hidup

Ada dua washiat rasul, (1)  menjaga Allah, (2) menjaga Al-Qur’an, agar dekat dengan kehidupan kita. Kalo jaman sekarang lagi melumut (bosen dengan istilah menjamur) trend Idol, Islam juga ada Idolnya lho… Islam Idol adalah orang yang hidupnya dekat dengan Al-Quran. Orang yang membaca, memahami, mentafakuri, dan mengamalkan Al-Qur’an. Sehingga Al-Qur’an terinteralisasi dalam jiwanya. Ustadz mewanti-wanti supaya kita berhati-hati bersikap dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an itu dibaca, bukan sekedar dibaca, tapi untuk dipahami dan diamalkan. Barangsiapa yang membaca dan menghafal Al-Qur’an, tanpa mengimplementasikannya, maka Al-Quran bisa menjadi laknat. dan jika Al-Quran telah terinternalisasi dalam kehidupan kita, Alah akan memuliakan kita. Itu janji Allah yang PASTI.

Di satu jeda, Ustadz Hanan bertanya berapa lama Umar bin Khattab mampu menghafal surat Al-Baqarah. ternyata tidak ada yang bisa menjawab. jawabannya adalah 12 tahun. kemudian ustadz bertanya lagi berapa lama Abu Bakar mampu menghafal AlBaqarah?, lagi-lagi tidak ada yang bisa menjawab. dan jawabannya adalah 1 tahun. Lalu, ustadz itu bertanya, berapa lama saya menghafal Al-Baqarah? Ia menjawab pertanyaannya sendiri, 1 bulan. Beliau berkata lagi, ini bukan kebanggan buat saya, tapi tamparan yang luar biasa. Saya malu kepada Umar bin Khattab. Beliau sangat lama mampu menghafal albaqarah karena beliau memaknai ayat demi ayat dan menginternalisasikannya dalam kehidupannya. sedangkan albaqarah adalah ayat yang sangat banyak perintah dan aturan-aturan. Umar, baru akan menghafal ayat yang lain jika ia telah mampu mengamalkan ayat per ayat. Lalu kita?

Kadang, bagi kita yang masih tipis keimanannya, walaupun kita membaca berulang-ulang artinya, kita masih belum bisa menangkap maksud dari ayat2 tersebut. Itulah, karena pada prosesnya, kita tidak merespon sinyal yang diberikan oleh ayat-ayat Allah tersebut, dalam pemikiran dan perilaku kita. Padahal jika Al-Quran telah terinternalisasi, maka darah dan dagingnya menyatu dengan Al-Quran. Inilah PEMUDA QUR’ANI. Tadabur, Tafakur, Tajawub. Ketika kita membaca alquran, kita harus mampu mengvisualkannya dalam alam pikiran kita, sehingga ‘mau’nya alQuran itu kita pahami, sehingga mampu kita amalkan.

Selain itu, Al-Quran adalh pembening kalbu. Seperti kaca, akan sangat banyak sekali debu-debu dosa menempel dalam hati kita, dalam kalbu kita. dan untuk membersihkannya, Al-Quranlah jawabannya.

That its, yang aku dapet. kalo ada yang salah, sebagai sesama peserta MABRUR, tolong dibenarkan ya…

Oia, MABRUR pekan ini, DI MESJID HABIBURRAHMAN PTDI… Sabtu malam Ahad. Bersama MAQDIS. Jangan lupa pada ikutan ya…

Entry filed under: tulisan standar. Tags: .

Sutardji Calzoum Bachri! Kenapa baru sekarang (tau)? ~part 2

1 Komentar Add your own

  • 1. gusta  |  Maret 14, 2009 pukul 10:03 am

    maaf mau tanya, mengenai kata2 “Al-Quran adalah saudara ALlah”. Maksudnya apa? Jangan sampai mengatakan sesuatu tentang Allah tanpa ilmu. Seperti perkataan orang2 musyrik yg mengatakan bhw malaikat adalah anak perempuannnya Allah.
    Maaf ya mengoreksi, Al Qur’an itu adalah kalamullah (perkataan Allah), bukan makhluq..
    Sekali lagi maaf..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

  • 77,335 orang nih

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku


%d blogger menyukai ini: