Global Warming : Nymphaea Peduli!

September 14, 2007 at 10:39 am 7 komentar

Global Warming. Istilah ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Suatu fenomena peningkatan suhu di bumi yang kemudian mengakibatkan berbagai bencana yang kita alami akhir-akhir ini. Namun, ternyata tidak banyak orang yang faham definisi global warming yang sebenarnya. Lalu, apa definisi global warming itu? Yaitu peningkatan suhu di dalam atmosfir bumi disebabkan oleh emisi Gas Rumah Kaca (terutama CO2) yang tertahan di stratosfer yang kemudian menghalangi pemantulan kembali radiasi sinar matahari dari bumi ke luar angkasa. Secara alami, bumi hanya menyerap sebagian kecil radiasi sinar matahari yang masuk ke atmosfir, kemudian sebagian besar akan dipantulkan lagi keluar angkasa. Namun, karena adanya Gas Rumah Kaca di lapisan stratosfer, radiasi tersebut tidak dapat keluar dari atmosfer bumi, bahkan dipantulkan kembali ke permukaan bumi. Sehingga suhu di dalam atmosfer bumi menjadi lebih panas.

Hingga saat ini, dampak dari global warming yang dapat kita rasakan secara langsung adalah banjir tahunan di Jakarta, kebakaran hutan di Kalimantan, Badai Katrina di Amerika, pemutihan terumbu karang (yang kemudian akan mengakibatkan terumbu karang mati), dan berbagai bencana lainnya baik skala lokal maupun global yang diakibatkan dari perubahan kondisi (suhu dan tekanan) di dalam atmosfir bumi. Namun, di masa depan tidak tertutup kemungkinan jika ibu kota negara kita akan terendam air secara permanen. Mengapa? Karena peningkatan suhu di dalam atmosfer bumi telah melelehkan gletser di kutub utara dan meningkatkan suhu air laut. Melelehnya gletser di kutub utara mengakibatkan volume air permukaan bertambah. Demikian pula dengan peningkatan suhu air laut. Peningkatan suhu akan mengakibatkan pemuaian air, sehingga volume air akan bertambah pula. Dan diprediksi, pada tahun 2020 Indonesia akan kehilangan 2000 pulau dan Jakarta akan terendam secara permanen. Ari Muhammad dari WWF Indonesia menyatakan bahwa pada 2015, warga Pulau Jawa dan Sumatra terancam defisit air.

Dari kesadaran akan permasalahan-permasalahan tersebut, dalam rangka Dies Natalis Himpunan Mahasiswa SITH “Nymphaea” ke-56, mahasiswa yang tergabung dalam wadah HIMA SITH “Nymphaea” ITB ini mengadakan sebuah acara bertajuk “Tribute to Earth” dengan rangkaian acara berupa seminar, funbike bersama warga Bandung, dan penghijauan (penanaman pohon) bersama anak-anak SD di Kota Bandung.

Seminar Global warming ditujukan sebagai pewacanaan kepada mahasiswa sebagai “aktor” di masa depan mengenai global warming dan hubungannya dengan pembangunan berkelanjutan. Bahwa pembangunan berkelanjutan tidak bertentangan dengan pelestarian alam. Tetapi justru berjalan seiringan, antara eksplorasi dan konservasi. Satu hari sebelum acara dilaksanakan, tiket yang disediakan oleh panitia habis terjual. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa sangat peduli terhadap permasalahan yang saat ini mengancam bumi.

Acara Funbike bertajuk “Let’s Bike for Earth” ditujukan untuk mengajak warga Bandung untuk meminimalisasi pengkonsumsian energi berbasis minyak bumi yang ternyata juga merupakan salahsatu penyebab global warming. Acara bersepeda ini diikuti oleh 500 warga Kota Bandung. Selain bersepeda santai dengan rute yang ditentukan oleh panitia, diadakan juga talkshow dan beberapa atraksi bersepeda dari Flatland204 setelah para peserta tiba di ITB. Kemudian, bibit pohon dan beberapa doorprize dengan hadiah utama 3 unit sepeda yang disediakan panitia dibagikan pada akhir acara.

Dalam acara funbike tersebut, panitia juga membentuk tim kampanye untuk mewacanakan permasalahan global warming, dampak, dan solusinya ke masyarakat umum di beberapa titik ramai di Kota Bandung. “Intinya adalah penyadaran terhadap warga Bandung, bahwa bumi kita sedang terancam. Dan penyadaran bahwa setiap kita adalah solusi terhadap permasalahan pemanasan global ini”, ucap Ketua Tim Kampanye. Selain menyampaikan informasi, Tim Kampanye juga membagi-bagikan souvenir berupa stiker, booklet, pembatas buku, dan pin kepada masyarakat. Tim ini juga menggelar aksi “Sejuta Tanda Tangan” sebagai bukti dukungan masyarakat terhadap “anti global warming”.

Tim Penghijauan mengadakan penanaman pohon di daerah-daerah serapan air di Kota Bandung dan memilih anak-anak SD sebagai target. Hal ini ditujukan sebagai penyadaran sejak dini terhadap anak-anak mengenai pentingnya menanam pohon untuk menyelamatkan bumi. “Sebenarnya, mereka tidak mengerti secara definitif apa itu global warming. Tapi kita bisa menjelaskan dari dampak yang mereka alami sehari-hari”, ucap salah seorang mentor ketika ditanya mengenai tingkat ketersampaian materi pada peserta. “Nanam pohon biar Bandung ga panas, ga mau kayak Jakarta”, ucap salah satu siswa SD.

Permasalahan yang dihadapi bumi kita memang tidak dapat dihentikan. Namun, kita bisa meminimalisasi kemungkinan dampak yang terjadi. Di mulai dari menghemat penggunaan energi berbasis BBM dan fosil, mematikan lampu dan AC ketika tidak diperlukan, tidak meninggalkan alat-alat elektronik dalam keadaan standby, menghemat kertas dengan mencetak bolak-balik, dan menanam serta merawat pohon di pekarangan rumah kita.

“We can’t stop Global Warming’s Phenomenon, but we can make it better”, ucap Essa, wakil ketua Tribute to Earth ketika membuka acara Seminar.

Entry filed under: tulisan standar. Tags: .

Silaturrahim ke Rumah Mift via Google Earth no subject : cuma pengen nulis

7 Komentar Add your own

  • 1. rifu  |  Desember 5, 2007 pukul 2:08 pm

    sepeda…? sepeda..!!!😀

    Balas
  • 2. miftajah  |  Januari 4, 2008 pukul 11:36 am

    aku juga mau sepedah!!! sepedahan asyik euy!!!

    Balas
  • 3. 37degree  |  Juni 20, 2008 pukul 11:32 pm

    mau nyoba naik sepeda motor listrik,, betrix,, kayak gimana ya rasanya??

    Balas
  • 4. ardee  |  Juni 23, 2008 pukul 2:14 pm

    Eh eh eh… tau nggak kalo Dagadu punya pelesetan “Stop Global Warming: Mari kita tanam seribu pohon!” jadi
    “Stop Gombal Maning: Hentikan tanam seribu bohong!”.

    OOT nggak jelas…

    Balas
  • 5. miftajah  |  Juni 24, 2008 pukul 10:25 am

    wiet.. keren!
    DAGADU is the out box thinking team, right?!

    Balas
  • 6. Dnx  |  Oktober 28, 2008 pukul 7:46 pm

    oi tobat oiiiii

    Balas
  • 7. puput  |  Februari 13, 2010 pukul 1:35 pm

    gw punya usul gmn cara mengurangi global warming. dengan car mengunakan enegi alternatif contohnya biogas , biodisel , biofull dll, gmn????????????

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

  • 77,335 orang nih

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku


%d blogger menyukai ini: