Pangandaran, How Are You? (20 July 2006)

Agustus 1, 2007 at 9:07 am 1 komentar

jadi inget pas kulap, dimana aku dan 15 orang temanku dibantai habis (kata temen-temen) oleh Mr. Eman my Man (CEUK SAN MAH)…
diajakin ke daerah yang dosen senior di Biosist aja bilang “ati-ati ama pak eman!” dan oh ternyata… medan kami sekelompok jauuuuhhhhh lebih berat dari teman-teman yang lain… cerita lengkapnya nti aja yah…
yang ada dipikiranku sekarang…
apa kabar monyet yang nyuri makanan uli waktu itu…
apa kabar Cervus timorensis yang tiap pagi nongol dengan muka melas…
apa kabar Dysoxylum enak itu…
apa kabar Rengas gluta…
apa kabar Wisma Rengganis yang cuma 50 meter dari bibir pantai…
apa kabar semua yang pernah aku liat disana…
dan, sekarang…
apa kabar Indonesia dengan Pangandaranmu?
Indonesia, peduli?!

Entry filed under: tulisan standar. Tags: .

Anak Adalah Cerminan Orang Tua Allah Mengetahui -dari bukom KBU8, 20 Januari 2006)

1 Komentar Add your own

  • 1. kei106  |  Agustus 7, 2007 pukul 11:51 am

    hmmm….kalo inget pangandaran jadi inget situbondo en inget seseorang dan banyak orang lagi
    ayo mif kita cepetan lulus biar bisa ngebangun negeri ini lebih baik

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

  • 77,352 orang nih

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku


%d blogger menyukai ini: