Masih Ada Cerita Lucu di Lab Biosist

Agustus 1, 2007 at 8:14 am 1 komentar

Di Lab Komp SITH Lantai 4

“Eh, kata asisten pake komputer 12. MVSPnya –nama sebuah program untuk membuat pohon filogeni- diinstall dikomputer 12.” Ucap seorang mahasiswa yang cukup disegani di Biologi (tapi ama temen-temen seangkatannya doang!). Sebut saja Andra. Yang laen pada nurut.

Mereka yang terdiri dari empat orang masih tekun mengerjakan tugas praktikum Biosistematik yang banyak banget jalan-jalan dan ngukur-ngukurnya. Sebagian memasukkan data parameter fisik tumbuhan ke cluster analysis. Dan sebagian lagi menyusun nama tumbuhan yang dicatat di Ranca Upas minggu lalu.

“Udah, Git?” tanya Vetra. “Bentar lagi Tra” jawab yang ditanya. “Git, gue ke tempat Vetra dulu yak!” ucap Andra. “Sipp…”

 

“Ada apa Tra?, ko kayanya kesulitan?” tanya Andra sebagai ketua kelompok yang baik. “Iya nih. Ada yang salah. Data kita ada beberapa yang ga sama ama data kelompok yang jalan bareng kita” jawab Vetra dengan wajah kusut dan mata memerah. Lumayan juga, mantengin komputer dua jam ngedata 257 tumbuhan yang ditemui waktu di Ranca Upas kemarin. “udah diklasifikasiin perfamili kan? Periksa lagi aja pergenus.” Andra memberikan usul. Mereka berdua akhirnya meneliti tumbuhan itu satu-satu. Dengan mata terbelalak dan sewot tapi campur geli juga sih, Andra bilang…

“Vetra, lu… aduh… liat dimana spesies ini. Cyathea lambretta… haha… ada juga Cyathea latebrossa…” Andra ga tahan liat muka Vetra yang memerah.

“Hah… bener kan. Kemaren waktu di Ranca Upas si Uni bilang gitu ke gue” Vetra ngeles. Uni yang jadi kambing hitam Vetra ngakak… “Tra, makanya kalo jalan jangan kelamaan… maksud gue Sia Tea Lambreta (Elu tuh lama)”.

Vetra jadi inget, waktu itu dia memang tertinggal agak jauh dari Pak Dosen paruh baya yang jalannya superfast. Alamat, dia cuma dapet transferan dari depan aja, ga denger langsung bapak ngomong apa. “Cyathea apah?!” tanya Vetra saat itu sambil berteriak. “Cyathea lambretta”, jawab Uni. Inget itu, Vetra nyengar-nyengir.

Mata Andra tertuju pada satu row yang udah di merge. Spontan Andra menjitak kepala Vetra yang botak. “Vetra… famili apaan nih?!…”, Ujar Andra dengan tangan siap menjitak kepala botak Vetra untuk kedua kalinya. Gemes gitu loh…

Kening Vetra mengerenyit mengeja satu persatu huruf yang telah dibold olehnya itu.

“P-o-h-o-c-e-a-e” (Poho (basa sunda) = lupa. bapaknya emang bilang gitu, tapi becanda. soalnya emang lupa…)

sumpah, buat yang satu ini dia langsung ngacir daripada kena jitak temen-temen sekelompok.

 

Ck… ck… ck…

 

Diambil dari kisah asli yang nama pemerannya tentu aje diganti. Trus ceritanya ditambahin dikit-dikit biar seru J. abis lupa detilnye pegimane…

 

Entry filed under: tulisan standar. Tags: .

Cerita Kulap Pangandaran Desain Primer

1 Komentar Add your own

  • 1. arinkusayang  |  Juli 29, 2008 pukul 10:12 am

    hmmf… lucu😀

    *mode on: nahan ketawa

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

  • 77,335 orang nih

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku


%d blogger menyukai ini: