Habis Cara
Desember 25, 2008
Bismillahirrahmanirrahim… Tanpa tendensi apapun. Ikhlas karena Allah, dan biar Allah saja yang tahu, sedalam apa tulusku.
Saudaraku. Ya! kamu saudaraku. Kamu yang mungkin sekarang sudah tidak punya alasan lagi untuk mendengarku. Kamu yang punya hak untuk marah dan menganggapku sebagai benalu dan pengganggu.
Assalamualaikum wr wb
Bahkan Abu Bakar pun rela dan menahan sakit hingga meneteskan airmata ketika menginginkan Rasulullah saw tetap terlelap dalam istirahatnya.
Saudara mana yang sanggup membiarkan saudaranya menderita, padahal dirinya mungkin bisa mengurangi beban saudaranya itu, bukan sekedar melihat dan membiarkan saja.. (walaupun itu yang kamu inginkan)
Apa arti iman seorang muslim jika ia tidak bisa mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri. Tapi maaf, jika cinta seorang saudara yang ingin menjadi muslim yang kaffah ini justru mengganggu kehidupanmu. Biarlah Allah yang menjelaskan.
Maaf.
Kau mengenalku, aku mengenalmu (atau kau sebenarnya tak mengenalku?). Tapi aku habis cara. Aku tidak tau harus apa, harus bagaimana.
Mungkin, jika bukan aku yang bicara, kau akan mendengarkan.
Entry Filed under: tulisan standar. Tag: ukhuwah.

Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed