Say No to Porn! #episode Film ML
Mei 5, 2008


GENRE : Drama Komedi
PEMAIN : Ratu Felisha, Nadia Ernesta, Hardi Fadhillah, VJ Marissa, Olga Syaputra, Ferry Irawan, Gusti Randa, Five V
SUTRADARA : Thomas Nawilis
PENULIS NASKAH : Awi Suryadi
PRODUSER : Shankar RS. B.Sc
RUMAH PRODUKSI : Indika Entertaintment
DURASI : 90 Menit
KLASIFIKASI PENONTON : 13 Tahun Keatas (13+) –gila apa?
TANGGAL RILIS : diusahakan GA AKAN PERNAH!
SINOPSIS :
Kalo mau nonton film yang bikin generasi muda bangsa Indonesia memiliki kriteria :
1. mengalami kerusakan otak bagian hippocampus secara permanen
2. terbiasa hidup dengan kasus pidana pemerkosaan, pencabulan, pembunuhan
3. terkena penyakit yang belum ada obatnya seperti sifilis, AIDS, gonnorhoe
4. kehilangan daya kerja dan kreatifitas karena peningkatan konsentrasi dopamine dan hormon epinefrin lainnya dalam otak (lazim disebut erototoxin, namanya aja udah toksin!!!) sehingga mengakibatkan terjadinya sindrom “VISUAL CRACK KOKAIN”
5. anak dan remaja memiliki mental model porno
silahkan nonton film ini.
—bersambung
Entry Filed under: tulisan standar. Tag: film, Indonesia, pornografi, sinopsis.
9 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
dian | Mei 6, 2008 at 1:32 am
hyaahhh!! sudah gila emang yang bikin script, sutradara, produsernya! lebih gila lagi, ada artis yang mau meranin!! paling gila, yang keukeuh mau nonton!! otaknya udah ga jauh2 dari mesum2an !!!!!! SAY NO TO PORN!!! mau jadi apa bangsa ini????!!
2.
mujahid | Mei 6, 2008 at 8:58 pm
gilaaaaaaaaaa
aja
boikot bisa ga yaaaaaaaa
3.
37degree | Mei 6, 2008 at 11:04 pm
konkritnya apa nih??
apa yg bisa kita lakukan piiii??
13+ ???? mau jadi apa bangsa kita!!! gak mikir ya yg buat film tuh,, (emosi tinggi, hehehe)
4.
sumarno | Mei 7, 2008 at 9:14 am
yaa dong pemerintah dan MUI harus berani mencekal film ML sebelum diputar dan beredar di dunia maya
5.
yuli | Mei 7, 2008 at 2:45 pm
btw….
bisa ga bikin tandingannya?
bikin film yang bermutu?
kalo cuma tolak2 doang, ga solutif buat generasi muda indonesia yang belom lahir.
ini industri mbak, arusnya sudah mapan.
kalo mau banyak bikin film yang bermutu, harus ada yang mencoba terjun ke bidang ini.
jadi sutradaranya, jadi produsernya, jadi scripwriternya, jadi yang punya production housenya…de el el….
siap ga?
6.
fitrasani | Mei 7, 2008 at 7:17 pm
pii,,,sy gk ijin2 nih,,,ksi link blog kamu ke milis
,,,
hehehe ijin skrg klo gtu
7.
radit(bukan radith) | Mei 7, 2008 at 10:48 pm
Sip,setuju dengan mbak Yuli…
Penolakan harus disertai dengan keberadaan tayangan-tayangan alternatif [seperti Si Upin dan Ipin,hehehe] sehingga masyarakat dapat dengan sendirinya dapat memilih. Sebelumnya, sudah barang tentu ada pencerdasan-pencerdasan juga untuk masyarakatnya.
Jadi, siapa yang siap dan berminat?
Kongkritkanlah…
Wallahu’alam,
Note:
Ngomong2,bahasanya ilmiah sekali. Bisa minta definisi tiap kata-katanya ga???
8.
dian(namasebenarnya) | Mei 10, 2008 at 11:13 pm
@ mujahid, 37degree, sumarno : konkret yuk !! sebarkan vaksin antipornografi di lingkungan masing2.
daftar casting yuuukkkkk
) aku mau deh jadi sutradaranya!! dian banget gitu nyuruh2 
@ mba uv : betul itu, sok ada yang mau masuk dunia entertainment…?
@ fitra : selamat datang.. (lah, siapa yg punya blog gitu..)
@ radit : wekekek, upin & ipin. dek raden, buka mbah google aja klo mu nyari definisinya mah. ato mu yg laen..? altavista noh..
9.
errick | Mei 11, 2008 at 1:13 pm
nyari “visual crack kokain” di google, ketemunya malah blog ini lagi…