Gastropoda

Oktober 4, 2007

Gastropoda adalah hewan invertebrata yang melakukan aktifitas lokomosi dengan kaki-perutnya (gastro-perut, poda-kaki). Untuk mengetahui kecenderungan lokomosi Gastropoda terhadap perubahan pasang surut (geotropisme), kami mengamati gastropoda yang berhabitat di akar napas mangrove. Letaknya bervariasi, dari yang sangat dekat dengan permukaan air hingga jauh dari permukaan air.

Gastropoda yang berhabitat di Mangrove, berdasarkan Guttierez (1988) merupakan gastropoda dari Genus Littorina. Biasanya menempel di akar napas, daun, atau cabang (Flores (1987) dalam Guttierez (1988)). Bandel (1974) dalam Guitterez (1988) menginformasikan bahwa Littorina adalah hewan mikrofagus yang memakan detritus, sponge, alga, dan mikroorganisme tak bercangkang lainnya.

Kecenderungan dan aktifitas Gastropoda sangat dipengaruhi oleh kondisi pasang surut air laut dan keberadaan makanan. Menurut Hesse (1947) persebaran hewan didasarkan atas dua faktor. Pertama faktor makanan, hewan cenderung akan tinggal di suatu daerah dimana mereka dapat dengan mudah mendapatkan makanan. Faktor yang kedua adalah faktor barrier. Barrier sangat mempengaruhi persebaran suatu populasi karena barrier atau rintangan ini akan menghambat kelangsungan hidup individu atau bahkan populasi tersebut.

Berdasarkan Ito dan Wada (2005), gastropoda jantan akan menjaga betina ketika akan melakukan kopulasi. Dinter dan Manos (1972) dalam Ito dan Wada (2005) menyatakan bahwa gastropoda betina akan menghasilkan feromon seks yang akan dikenali oleh jantan. Dan gastropoda jantan mampu membedakan bekas jalur lendir atau mukus yang akan dihasilkan oleh betina atau jantan (Erlandsson dan Kostylev (1995) dalam Ito dan Wada (2005)).

Guttierez (1988) menyatakan bahwa gastropoda Mangrove memangsa hewan mikrofagus seperti detritus, sponge, alga, dan mikroorganisme tak bercangkang lainnya. Pada keadaan surut, mangsa-mangsa tersebut terdedah di permukaan substrat sehingga memudahkan gastropoda untuk memangsanya. Seperti yang dikemukakan oleh Hesse (1947) faktor kedua yang menstimulus hewan untuk berlokomosi adalah faktor barrier. Saat keadaan surut, predator gastropoda yang berupa kepiting sedang tidak aktif. Kepiting aktif pada sore dan malam hari, yaitu saat keadaan substrat berair karena kepiting adalah hewan yang berlokomosi dengan cara berenang dan berjalan (Trueman, 1975).

Pada keadaan surut, gastropoda sangat aktif. Hal ini memberikan keterangan bahwa gastropoda adalah hewan yang aktif di siang hari, yaitu pada saat surut. Faktor-faktor yang menyebabkan adanya perbedaa tersebut adalah diantaranya :

a. Cahaya matahari

Cahaya matahari merupakan sumber panas yang utama di perairan, karena cahaya matahari yang diserap oleh badan air akan menghasilkan panas di perairan (Odum, 1993). Sehingga cahaya matahari akan meningkatkan suhu perairan sehingga menjadi lebih hangat.

b. Suhu air

Pada saat malam hari, suhu air menjadi lebih rendah dibandingkan dengan suhu air saat siang hari. Suhu air merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi aktifitas serta memacu atau menghambat perkembangbiakan organisme perairan. Suhu yang terlalu rendah mungkin akan membahayakan bahkan dapat menyebabkan hipotermik pada hewan yang berujung pada kematian.

c. Kandungan kimia air laut

Air laut di sekitar kepulauan seribu sudah tidak diragukan lagi telah mengalami pencemaran terutama polutan kimiawi. Pada saat pasang, senyawa-senyawa beracun (toksit) maupun logam berat, akan terbawa oleh air. Sehingga akan membahayakan kesintasan hidup gastropoda. Bahan-bahan ini berasal dari daerah aliran sungai maupun areal pemukiman –kota dipinggiran pantai serta kawasan atau industri yang membuang limbah ke laut.

Pasang surut terjadi karena adanya gaya tarik menarik antara gaya sentrifugal dan gaya gravitasi yang berasal dari bulan dan matahari terhadap bumi (Tomo, et al., 2005). Gaya sentrifugal adalah suatu tenaga yang didesak ke arah luar pusat bumi, besarnya kurang lebih sama dengan tenaga yang ditarik ke permukaan bumi (Giancoli, 2004). Gaya gravitasi bulan terhadap bumi dua kali lipat dibandingkan dengan gaya gravitasi matahari terhadap bumi. Hal ini terjadi karena jarak antara bumi dan bulan lebih dekat daripada jarak antara bumi dan matahari. Pada bagian bumi yang menghadap bulan, gaya gravitasinya lebih kuat daripada gaya sentrifugal, sehingga air tertarik keatas dan disebut pasang naik.

Pada bagian bumi yang berjauhan dengan bulan juga akan mengalami penarikan air menjauhi bumi, tetapi besarnya air yang tertarik tidak sebesar dengan penarikan air pada bagian bumi yang langsung berhadapan dengan bulan yang kemudian disebut pasang surut. Gaya gravitasi yang ada dibagian ini lemah dan gaya sentrifugalnya kuat. Pada sisi bagian bumi yang tidak mengalami penarikan air, disebut surut. Dengan demikian terdapat dua kali pasang dan dua kali surut.

Entry Filed under: 1. Tag: .

13 Comments Add your own

  • 1. INDAH  |  Februari 9, 2008 at 11:46 am

    SAYA SANGAT SUKA SAMA MOLLUSKA KARENA LUCUH……….

    Balas
  • 2. miftajah  |  Februari 11, 2008 at 10:11 am

    aku prediksi dirimu adalah seorang plegmatis-sanguinis atau kebalikannya, hoho.
    salam kenal indah…
    aku pun suka moluska karena KEREN!

    Balas
  • 3. husamah irham  |  Maret 10, 2008 at 7:52 pm

    salam kenal,
    apakah mbak punya file lengkap/jurnal tentang gastropoda. kebetulan saya lagi skripsi tentang gastropoda sungai ni…
    kalau boleh, saya mohon bantuan.
    kalau memang ada “ongkos” bisa dibicarakan.
    email saya: usya_bio2yahoo.com

    Balas
  • 4. miftajah  |  Maret 11, 2008 at 11:05 am

    hmm… saya cari dulu ya. buat saudara ga usah ganti ongkos deh. ^_^.
    salam kenal juga.

    Balas
  • 5. yandhie  |  Desember 10, 2008 at 4:50 pm

    Hmmm… Kenapa tidak membahas mengenai temulawak? Gimana dengan TAmu pi?

    Balas
  • 6. imo  |  Januari 18, 2009 at 5:55 pm

    sya cari artikel nilai gizi mollusca kelas gastrapoda & Pelecipoda cari dimana yah????

    calon sarjana arkeologi

    Balas
  • 7. dhika  |  Maret 19, 2009 at 8:46 am

    Apakah ada hubungan kelimpahan gastropoda dengan adanya pemberian kitosan

    Balas
  • 8. joy  |  Juni 4, 2009 at 9:03 pm

    salam kenal…mbak..saya skarang lg skripsi tentng gastropoda kususnya untk daerh mangrove.,,apa mbak punya jurnal2 tntang itu mbak,,mohon bantuannya ya mbak!!!!!!!…maaf ya mbk sebelmnya..

    Balas
  • 9. joy  |  Juni 4, 2009 at 9:06 pm

    oia lupa.kl ada ne email q mbak,
    rafky_cool@yahoo.co.id. makasih ya mbak

    Balas
  • 10. kepinglogam  |  Juli 9, 2009 at 2:32 pm

    @ joy
    ada sih, tapi sayangnya komputer saya lagi rusak. maaf ga bisa membantu..

    Balas
  • 11. ANdy  |  September 13, 2009 at 10:08 pm

    Minta alamat pengarang tulisan ini dong. soalnya sangat berguna buat saya untuk daftar pustaka penulisan penelitian saya ttg GASTROPODA. klau ada data yg lengkap ttg Gastropoda, saya minta dong.. thanks

    emailku: andikakadalolor@yahoo.co.id

    Balas
  • 12. kepinglogam  |  September 13, 2009 at 11:21 pm

    waw, ini laporan kuliah lapangan saya sewaktu di Pulau Pari. alamat pengarang?? alamat apanya?? atau info lengkap??
    kalo info buku yang dijadiin daftar pustaka udah ilang…

    nama laporannya apa ya, bentar…
    hmm
    Miftahul Hidayah
    Laporan Kuliah Lapangan Biologi Perilaku : Pengaruh Pasang Surut Air Laut terhadap Kecenderungan Lokomosi Gastropoda Pulau Pari (Kepulauan Seribu)
    Program Studi Biologi
    ITB
    Bandung
    2007

    Balas
  • 13. poetri gita  |  Desember 7, 2009 at 7:20 pm

    mbak punya ttg Gastropoda Insecta g?
    lam knal

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


quote ov da dei

ak ada alasan untuk pesimis karena Allah ‘Azza wa Jalla tak pernah berhenti memberi pertolongan, kecuali kalau iman kita telah habis dan keyakinan kita pada kekua­saan-Nya telah menipis (Mohammad Fauzil Adhim)

udah

For my special one, Kania

Dimanapun kamu berada, aku masih disini. Menyiapkan bahu untuk kau pinjam. Menyiapkan tangan untuk kau raih, serta kaki untuk kau ajak berlari kembali.

Halaman

ENTP vs INTP [masih ENTP]

Click to view my Personality Profile page

kotakku

baru ditulis

awan-awan

bapak Bau kuliah! Episode cinta film Forum Indonesia Muda Indonesia ingin dibagi islam jejalan kehidupan Konyol kunang-kunang njawi pornografi Presiden penyair! renungan sinopsis TRENDI ukhuwah

banyak yang baca

kata orang...

poetri gita di Gastropoda
etikush di Kisah Kerudung dan Bulu M…
kepinglogam di Pengamatan Transek Garis 100 m…
rudi di Pengamatan Transek Garis 100 m…
rudi di Who Is Ur Mother
Richo di How Animal Do That : Mekanisme…
Garain di How Animal Do That : Mekanisme…

Blogroll

inspiring

kakak-kakak

saudara_kuw

Meta